Home / Internasional / Konflik

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 10:26 WIB

Gencatan Senjata Mulai Berlaku, Israel Tarik Pasukan dari Sebagian Gaza

koransakti - Penulis

Ribuan warga Palestina kembali ke rumah mereka yang hancur di Gaza utara setelah gencatan senjata mulai berlaku. (Sumber: Getty Images/BBC)

Ribuan warga Palestina kembali ke rumah mereka yang hancur di Gaza utara setelah gencatan senjata mulai berlaku. (Sumber: Getty Images/BBC)

koransakti.co.id – Militer Israel mulai menarik pasukannya dari sebagian wilayah Gaza setelah perjanjian gencatan senjata dengan Hamas resmi berlaku pada Jumat (11/10/2025) pagi. Gencatan senjata ini merupakan fase pertama dari rencana perdamaian yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump dan telah disetujui oleh pemerintah Israel.

Seiring dengan penarikan pasukan, ribuan warga Palestina terekam kamera berjalan kaki kembali ke wilayah utara Gaza yang telah hancur lebur akibat bombardir Israel selama berbulan-bulan.

Detail Gencatan Senjata dan Penarikan Pasukan

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan mereka telah mundur ke posisi yang disepakati, yang disebut sebagai “garis kuning”. Meskipun begitu, mereka masih menguasai sekitar 53% wilayah Jalur Gaza.

Berdasarkan kesepakatan, fase pertama ini mencakup beberapa poin krusial:

  • Pembebasan Sandera: Hamas memiliki waktu 72 jam (hingga Senin siang) untuk membebaskan semua sandera Israel yang tersisa, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal.
  • Pembebasan Tahanan: Sebagai imbalannya, Israel akan membebaskan sekitar 250 tahanan Palestina yang menjalani hukuman seumur hidup, serta 1.700 warga Palestina dari Gaza yang ditahan.
  • Bantuan Kemanusiaan: Perjanjian ini juga mengamanatkan agar 600 truk bantuan per hari bisa masuk tanpa hambatan ke Jalur Gaza untuk mengatasi krisis kelaparan yang parah.

Warga Kembali ke Puing-puing Kehancuran

Meskipun gencatan senjata membawa secercah harapan, pemandangan pilu terlihat saat ribuan warga Palestina kembali ke rumah mereka. Banyak dari mereka berjalan kaki lebih dari 20 km sambil membawa sisa-sisa harta benda mereka.

“Jalannya panjang dan sulit, tidak ada makanan atau air,” kata Alaa Saleh, seorang guru yang berjalan kaki kembali ke Kota Gaza.

Banyak dari mereka menemukan rumah mereka telah hancur menjadi puing-puing. “Meskipun rumahnya hancur, meskipun hanya puing-puing, kami akan kembali, mendirikan tenda, dan kembali ke rakyat kami,” ujar Wael Al-Najjar, warga lainnya, kepada seorang pekerja lepas BBC.

Reaksi dari Berbagai Pihak

  • Israel: Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan ia “memenuhi” janjinya untuk membawa pulang semua sandera. Namun, ia menegaskan bahwa tahap selanjutnya dari rencana Trump adalah “Hamas akan dilucuti senjatanya dan Gaza akan didemiliterisasi”.
  • Hamas: Di sisi lain, Hamas menyatakan mereka menolak “perwalian asing” di Gaza dan menegaskan bahwa pemerintahan di wilayah tersebut adalah murni urusan internal Palestina.
  • Keluarga Sandera: Di Israel, keluarga para sandera menyambut kabar gencatan senjata dengan suka cita. Namun, kelegaan mereka bercampur dengan kecemasan, terutama setelah Hamas mengakui tidak mengetahui lokasi semua jenazah sandera.

Perang di Gaza dipicu oleh serangan pimpinan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel. Sejak saat itu, serangan balasan Israel telah menewaskan lebih dari 67.000 warga Palestina, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas.

read on bbc Ceasefire comes into force as Israel’s military pulls out of parts of Gaza

Berita ini 38 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Breaking news

Di Ajang WAVES 2025 di India, Fadli Zon Sampaikan Industri Budaya

Internasional

Inggris, Australia, dan Kanada Resmi Akui Negara Palestina; Israel Sebut Ini ‘Hadiah untuk Terorisme’

Bisnis

Daftar Lengkap 50 Wanita Terkaya Dunia 2025, Dua dari Indonesia Masuk 20 Besar

Hiburan

Taylor Swift Cetak Sejarah Lagi, ‘The Fate of Ophelia’ Pecahkan Rekor Streaming Harian Spotify

Internasional

GWM Siapkan Supercar Hybrid 1.000 HP Penantang Ferrari SF90, Harga Setengahnya!

Hukum

Buntut Kasus Kudeta, Putra Jair Bolsonaro Didakwa Atas Tuduhan Koersi di Brasil

Internasional

Laporan WHO: 1,4 Miliar Orang Hidup dengan Hipertensi, Mayoritas Tak Terkontrol

Internasional

Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026 dan Cetak Rekor Langka 16 Tahun