MADRID, SPANYOL – Ada harapan baru bagi jutaan penderita tekanan darah tinggi di seluruh dunia. Sebuah obat eksperimental bernama Baxdrostat menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Obat ini berhasil mengontrol tekanan darah pada pasien yang kebal terhadap pengobatan lain.
Para peneliti mempresentasikan hasil uji klinis ini pada hari Sabtu (30/8/2025) di Kongres European Society of Cardiology di Madrid. Jika disetujui, Baxdrostat akan menjadi salah satu pendekatan terapi hipertensi pertama dalam beberapa dekade terakhir.
Mengatasi Hipertensi yang Sulit Dikontrol
Banyak pasien menderita kondisi yang disebut “hipertensi resisten”. Artinya, tekanan darah mereka tetap tinggi meskipun sudah mengonsumsi tiga jenis obat atau lebih. Kondisi ini meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit serius lainnya.
Dalam uji coba terbaru, para peneliti melibatkan 800 pasien dengan hipertensi resisten. Sebagian pasien menerima Baxdrostat, sementara sebagian lainnya menerima plasebo (obat kosong).
Hasilnya sangat signifikan. Setelah 12 minggu, sekitar 4 dari 10 pasien yang mengonsumsi Baxdrostat berhasil mencapai tingkat tekanan darah yang sehat. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok plasebo yang hanya kurang dari 2 dari 10 pasien.
Cara Kerja Baru yang Berbeda
Keunggulan Baxdrostat terletak pada cara kerjanya yang baru. Obat-obatan hipertensi yang ada saat ini bekerja dengan berbagai cara, seperti melebarkan pembuluh darah atau membuang kelebihan cairan tubuh.
Baxdrostat mengambil pendekatan berbeda. Obat ini bekerja dengan cara menghambat aldosteron. Aldosteron adalah hormon yang menyebabkan tubuh menahan garam dan air, sehingga tekanan darah meningkat. Dengan menghambat hormon ini, tekanan darah dapat turun secara efektif.
“Obat ini bisa menjadi ‘mitra’ yang luar biasa bagi obat-obatan anti-hipertensi yang sudah ada,” kata Dr. Stacey E. Rosen dari American Heart Association.
Aman dan Efek Samping Ringan
Selain efektif, studi ini juga menunjukkan bahwa Baxdrostat memiliki profil keamanan yang baik. Efek samping yang dilaporkan secara umum bersifat ringan. Masalah paling umum yang tercatat adalah kelainan kadar kalium dan natrium, namun kasus ini jarang terjadi.
Pihak pengembang obat, AstraZeneca, berencana untuk menyerahkan data ini kepada badan regulator sebelum akhir tahun 2025. Kehadiran Baxdrostat di masa depan dapat menjadi pilar utama terapi bagi pasien dengan hipertensi yang sulit dikontrol.















