Oleh:
Prof. Dr. Rizal Djalil Makmur
(Eks Ketua BPK RI, Politisi Senior, Analis Kebijakan Keuangan, Pangan, Health Economic)
Koransakti.co.id- Setelah sebulan penuh berpuasa, InsyaAllah lebih dari dua miliar umat Islam di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Idul Fitri minggu depan.
Hari Raya kemenangan (melawan hawa nafsu) dan kembali ke fitrah. Kosa kata fitrah berarti keadaan suci, alami, dan asli sejak manusia di ciptakan, dengan potensi dasar tauhid (mengenal dan menyembah Allah) dan kecenderungan pada kebenaran. Kondisi ini akan mendasari hubungan manusia dengan Allah SWT (hablum minallah) dan hubungan sesama manusia (hablum minannas).
Secara kultural, Idul Fitri atau Lebaran di Indonesia sangat khas dan relatif berbeda dengan di negara lain: tradisi mudik yang fenomenal untuk merajut silaturahim dengan keluarga dan berziarah ke makam orang tua. Halal bihalal di lakukan sesama keluarga, bahkan semua tingkatan instansi juga menyelenggarakan. Biasanya di awal mulai masuk kerja setelah liburan Lebaran. Di samping itu ada juga tradisi berbagi THR.
Walaupun rupiah sempat menyentuh level psikologis Rp17.000 terhadap dolar AS, pemerintah tetap menyiapkan anggaran Rp55 triliun untuk THR para ASN, TNI, Polri. Untuk ojol di siapkan dana Rp220 miliar sebagai BHR (Bantuan Hari Raya). Kita berharap para pekerja juga mendapat BHR yang menjadi haknya. Dan kita meminta THR dan BHR dapat di terima utuh tanpa potongan ini itu, dan tepat waktu H-7 sehingga dapat di gunakan untuk keperluan Lebaran.
Di perkirakan perputaran uang selama menjelang dan saat Lebaran sekitar Rp155 triliun. Inilah yang kita harapkan dapat memberi multiplier effect kepada masyarakat secara keseluruhan. Sehingga kita semua dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh rasa syukur, sukacita, dan tetap tawadhu.
InsyaAllah.
Mohon maaf lahir batin.















