Koransakti.co.id- Sukses mengamankan Jakarta dengan menguasai kembali gedung pusat RRI dan kantor besar Telekomunikasi Jakarta, masuk dan menguasai bandara Halim Perdanakusuma, menemukan lubang maut dan mengangkat jenazah para korban penculikan dan pembunuhan. Pasukan RPKAD juga di libatkan dan di ikut sertakan dalam operasi pengamanan dan penertiban Jawa Tengah
Jawa Tengah Itu merupakan basis pergerakan PKI. Pangdam VII Diponegoro Brigjen Suryo Sumpeno melaporkan banyak pejabat utama kodam, korem dan kodim yang sudah terbujuk dan mendukung 30 S PKI/ Dewan Revolusi. Di sebutkan ada kolonel Sahirman, kolonel Mulyono, letkol Usman, mayor Karsidi dan lain lain
Komandan RPKAD Kolonel Sarwo Edhie Wibowo memerintahkan Komandan batalyon I mayor CI Santoso untuk membawa pasukan ke Semarang. Mayor Santoso mengerahkan 11 kompi antara lain kompi Tanjung, kompi Urip, kompi Sembiring, kompi Suwardja, Ramelan, Heru Sisnodo, kompi Muhadi dan kompi Saridho.
Mereka di berangkatkan tanggal 18 0ktober, sementara kolonel Sarwo Edhie sudah berangkat duluan dengan menggunakan Toyota Kanvas di kawal peleton Sintong Panjaitan.
Sampai di Semarang mereka di sambut demonstrasi besar besaran oleh para pemuda dan masyarakat nasionalis dan agama. Para demonstran melakukan pembakaran gedung gedung PKI, pemuda rakyat Gerwani BRI dan ormas PKI lainya, gedung gedung sekolah cina THTW( Tjungwha tjungwhi ) dan beberapa pabrik rokok kretek yang jelas mendukung G30S PKI.
Mereka marah sekali karena PKI itu sangat kejam. Dalam waktu dua hari setelah meletus G30S mereka membunuh 19 Pemuda Islam dan Katholik. Mayatnya di cemplungkan ke kali Bengawan Solo.
Sintong mengaku dalam perjalanan ke Semarang melihat mayat terapung di pinggir sungai Bengawan Solo.
Melihat kedatangan pasukan RPKAD ( Indonesian special army) para pemberontak itu melarikan diri ke gunung Merapi dan Merbabu, tempat yang sepi yang biasa di gunakan PKI jika terdesak. Termasuk yang melarikan diri Itu tentara pendukung (kolonel Sahirman dll).
Regu Sintong Panjaitan dengan Kekuatan 36 orang di tugasksn mengamankan wilayah keresidenan Pati.
Sebuah wilayah yang cukup luas meliputi kabupaten Demak, Kudus, Rembang dslan Cepu.
Meskipun RPKAD belum resmi menjadi resimen sandiyudha, tetapi Sintong sudah menerapkan sistim Itu. Dia raih pemuda dan masyarakat non dan malah anti komunis, ikut aktif dalam menciptakan keamanan dan ketertiban. Mereka juga ikut melakukan penangkapan, setidaknya memberi informasi tentang keberadaan orang PKI atau antek anteknya.
Sayang Sintong tidak bisa ikut operasi sampe tuntas. Dia dan peletonnya mendadak di tugaskan ke Irian Barat untuk mengawasi jalannya Pepera Pernyataan Pendapat Rakyat apakah ikut dengan Republik Indonesia atau PAPUA negara boneka buatan Belanda.















