Home / Artikel

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:47 WIB

MENGEJAR PAPUA LEWAT SENJATA

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id- Belanda itu ngeyel dan berhianat. Dalam konferensi Meja Bundar di Denhag (Nopember 1949) sepakat membicarakan penyerahan kedaulatan atas Irian Barat setahun kemudian. Tetapi sampai tahun 1960 wilayah kepala burung itu masih di pertahankan sebagai bagian dari Hindia Belanda. Bisa di maklum, pulau terbesar itu menyimpan banyak sumber daya alam terutama emas.

Sadar telah di kibulin tuan mancung, presiden Sukarno pun naik pitam. Dari kantor kepresidenan di Yogyakarta keluar perintah merebut irian barat dengan moncong senjata.

Perintah itu di kenal dengan Trikora, Tiga Komando Rakyat

  • Bebaskan Irian Barat.

  • Kobarkan bendera merah putih di sana

  • Siap siap untuk mobilisasi umum

Operasi Mandala di kumandangkan. Mayjend Suharto di tunjuk sebagai Panglima dengan markas komando di Makasar

Baca juga :   KONTROVERSI PLATO DAN ARISTOTELES 

Salah satu langkah yang di ambil adalah melakukan operasi pengintaian ke perairan Irian Barat.

Operasi rahasia Itu di mulai awal Januari 1962.

Bersama macan tutul yang baru beberapa bulan di beli dari Jerman Barat berangkat pula dua KRI jenis torpedo yaitu KRI Macan Kumbang dan Harimau Komodor Yos Sudarso yang sedang menjabat wakil Panglima angkatan Laut bertindak sebagai komandan Macam tutul, sedang di macan kumbang turut serta Kolonel marinir Sudomo

Rupanya operasi senyap itu tercium oleh Belanda. Mereka menjebak dan menghadangnya di laut Aru tak jauh dari perairan Irian Barat

Tanggal 15 Januari terjadinya kontak senjata. Untuk meng nghindari korban lebih banyak Yos Sudarso perintahkan dua kri balik pulang. Macan tutul akan menghadapi sendiri serangan Belanda.

Baca juga :   HUSNUL KHOTIMAH KETIBAN BERKAH 

Dalam penjebakan itu tentara Belanda menggunakan kapal perang jenis kapal perusak Utrech dan sebuah pesawat terbang.

Dengan demikian Macam tutul di keroyok dari Laut dan udara.

Salah satu tembakan persis mengenai lambung macan tutul hingga pecah. Perlahan tapi pasti macan tutul tenggelam ke dasar laut yang berkedalaman antara 50 sampai 80 meter.

Yang mengagumkan adalah keberanian dan semangat berjuang Yos Sudarso. Sebelum karam bersama 26 anak buahnya, ia sempat mengirim pesan

“Kobarkan terus semangat tempur”

Yos Sudarso telah gugur. Pemerintah telah menganugerahkan gelar pahlawan nasional. Selain itu sebuah KRI di beri nama KRI MACAN TUTUL Tanggal 15 Januari di tetapkan sebagai hari bakti samudera itulah penghargaan kami untukmu pahlawan.

Berita ini 17 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

HIBAH, HEBOH 
Pojok Sains: Kenapa Kita Mengalami Déjà Vu? Benarkah Kita Bisa Meramal Masa Depan?

Artikel

Misteri Déjà Vu: Kenapa Kita Sering Merasa “Pernah Mengalami” Momen Ini Sebelumnya? Apakah Ini Ramalan atau Gangguan Otak?

Artikel

Stres dan Cemas Berlebihan? Coba Kenali Meditasi, Seni Menenangkan Pikiran
Pojok Sains: Kopi Tidak Memberi Energi! Ini Fakta Mengerikan Cara Kafein "Membohongi" Otak Anda

Artikel

Kenapa Kopi Bikin Melek? Kenalan dengan Kafein (C8H10N4O2), Si “Penipu” Otak yang Jenius
Menguji Nyali Lewat Rumus "Lima AT" Menjadi Wartawan Hebat

Artikel

Wartawan Itu Dilahirkan dan Dijadikan

Artikel

Jambu Biji Merah: Sumber Kesehatan Alami yang Wajib Anda Ketahui!

Artikel

SOAL PEMEKARAN WILAYAH (DOB), MENUNGGU GIBRAN TUMPAK KUDA 

Artikel

HARI DHARMA SAMUDERA MEWARISKAN HEROISME JALASVEVA JAYAMAHE