Koransakti.co.id, Jakarta- Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan komitmen negara dalam melindungi pekerja.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa buruh merupakan tulang punggung pembangunan nasional yang harus mendapatkan perlindungan dan kesejahteraan yang layak.
Dalam sambutannya di hadapan ribuan pekerja dari berbagai sektor, Presiden menyampaikan bahwa kehadirannya di tengah-tengah buruh bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan atas perjuangan panjang kaum pekerja. Ia menilai, buruh adalah sosok yang setiap hari bekerja dengan penuh dedikasi, mengandalkan tenaga dan kejujuran demi menghidupi keluarga.
“Saudara-saudara adalah kekuatan utama bangsa ini. Dari keringat dan kerja keras saudara, roda ekonomi terus bergerak,” ujarnya.
Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam menghadapi berbagai persoalan ketenagakerjaan, termasuk ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) yang kerap menghantui para pekerja.
Sebagai langkah konkret, pemerintah telah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 yang bertujuan memberikan perlindungan lebih kuat bagi buruh dari risiko PHK yang tidak adil.
Kebijakan ini di harapkan mampu memberikan kepastian hukum serta rasa aman bagi para pekerja dalam menjalankan aktivitasnya. Dengan adanya regulasi tersebut, negara memastikan bahwa hak-hak pekerja tetap terlindungi di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.
Selain itu, perhatian pemerintah juga menyasar sektor transportasi berbasis aplikasi yang semakin berkembang.
Melalui Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026, pemerintah mewajibkan perusahaan aplikator untuk memberikan perlindungan sosial kepada para pengemudi.
Dalam aturan tersebut, para pengemudi transportasi online di wajibkan terdaftar dalam program BPJS Kesehatan serta mendapatkan jaminan kecelakaan kerja. Tidak hanya itu, pemerintah juga mengatur skema pembagian pendapatan yang lebih adil antara aplikator dan mitra pengemudi.
Langkah ini di nilai sebagai upaya menghadirkan keadilan di era ekonomi digital, di mana pekerja tidak boleh hanya menjadi objek, tetapi juga harus menjadi subjek yang mendapatkan manfaat dari perkembangan teknologi.
Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh pekerja Indonesia, termasuk buruh, petani, nelayan, dan sektor lainnya yang selama ini telah berkontribusi besar terhadap pembangunan bangsa. Ia mengakui bahwa dukungan dari para pekerja menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan kepemimpinannya.
“Saya berdiri di sini karena dukungan rakyat, termasuk buruh, petani, dan nelayan. Untuk itu, saya berjanji akan terus memperjuangkan kepentingan rakyat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa pemerintah akan terus berupaya menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat kecil, khususnya mereka yang masih menghadapi kesulitan ekonomi. Ia memastikan bahwa perjuangan untuk keadilan sosial akan terus menjadi prioritas utama.
Dalam konteks yang lebih luas, peringatan May Day tahun ini juga menjadi ajang refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat hubungan industrial yang harmonis.
Pemerintah mendorong adanya dialog terbuka antara pekerja dan pengusaha guna menciptakan keseimbangan yang saling menguntungkan.
Selain perlindungan, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian penting.
Pemerintah mengajak para pekerja untuk terus meningkatkan keterampilan dan kompetensi agar mampu bersaing di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.
Peringatan Hari Buruh 2026 pun berlangsung dengan penuh semangat dan solidaritas. Ribuan pekerja yang hadir menyambut baik berbagai kebijakan yang di umumkan pemerintah, seraya berharap implementasinya dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
Menutup sambutannya, Presiden menyerukan semangat persatuan dan optimisme kepada seluruh rakyat Indonesia. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan gentar dalam menghadapi tantangan, serta akan terus berdiri di garis depan dalam membela kepentingan rakyat.
Seruan “Hidup buruh, hidup rakyat!” menggema sebagai simbol harapan akan masa depan yang lebih adil dan sejahtera bagi seluruh pekerja Indonesia. (red)
Baca juga : Hari Nelayan 2026: FKPN Desak Pemerintah Hentikan Perampasan Ruang Hidup dan Audit Total Proyek PIK 2
Parade Batik Kreatif DWP Sungai Penuh, Sinergi UMKM dan Budaya Dongkrak Ekonomi Lokal



Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam menghadapi berbagai persoalan ketenagakerjaan, termasuk ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) yang kerap menghantui para pekerja.
Dalam konteks yang lebih luas, peringatan May Day tahun ini juga menjadi ajang refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat hubungan industrial yang harmonis.











