Home / Opini

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Presiden Donald Trump Top: Politisi Ulung dan Saudagar Handal

koransakti - Penulis

Presiden Donald Trump Top: Politisi Ulung dan Saudagar Handal

Koransakti.co.id- Kehebatan Presiden Donald Trump dalam dunia politik semua orang sudah tahu: dua kali terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat, negara superpower. Prestasi luar biasa di belantika politik Amerika yang keras dan ngeri-ngeri sedap.

Kalau kita berjalan di kawasan 845 United Nations Plaza, persis di seberang kompleks Markas Besar PBB New York, di situlah menjulang tinggi pencakar langit Trump World Tower: milik Presiden Donald Trump.

Bahkan, Presiden Donald Trump juga memiliki jaringan properti di Dubai hingga Bali. Itu sudah cukup membuktikan bahwa Presiden Donald Trump adalah saudagar handal kelas wahid.

Baca juga :   PBB Kembali Jatuhkan Sanksi Berat untuk Iran Terkait Program Nuklir

Tapi manuver politik berkelas di tunjukkan lagi oleh Presiden Donald Trump melalui deal dengan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait pasokan BBM dari Rusia. Padahal, sebelumnya Rusia terkena sanksi dari negara-negara Eropa, termasuk Amerika sendiri. Uni Eropa bahkan memboikot total minyak dan gas Rusia sejak operasi khusus Rusia ke Ukraina pada 2022.

Rusia sebagai produsen minyak terbesar, 9 juta barel per hari, tentu setuju saja dengan deal tersebut, bahkan happy.

Di duga Presiden Donald Trump ingin mengurangi gangguan pasokan minyak ke pasar global, termasuk ke Amerika, akibat konflik di Timur Tengah yang belum juga usai.

Baca juga :   *Pemanfaatan Teknologi Nuklir dalam Upcycling Mikroplastik*

Rusia di perkirakan akan memasok sekitar 35,76 juta barel berdasarkan deal yang di buat.

Seiring dengan akan berlangsungnya pemilihan umum sela (midterm elections) di Amerika, harga diesel sudah mencapai US$ 6,50 per galon, tergolong sangat tinggi. Dan tidak kondusif untuk pemilih Partai Republik.

Dari deal antara Presiden Donald Trump dengan Presiden Putin, kita belajar dan membuktikan bahwa kepentingan nasional (termasuk kepentingan politik) suatu negara di atas segalanya. Entah apa sikap negara Uni Eropa terhadap deal kedua pemimpin dunia tersebut. Sepertinya tidak banyak berpengaruh. Demi kepentingan nasional dan itu sangat rasional.

Penulis:

Berita ini 7 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

Menaikkan Gaji atau Tunjangan Kepala Daerah: Mana yang lebih pas?

Opini

Kapal Tanker Negara Lain berhasil Lewat Selat Hormuz, Dua Tanker Kita Belum : Diplomasi Kemenlu Gagal?

Opini

ITU MAH DRAMA, KANGĀ 

Opini

KARHUTLA di KOBAR Tergolong Darurat: Anggaran Tak Terduga Bisa Langsung Digunakan

Opini

Mendorong Inovasi Riset BRIN : Go-to-Market

Bandung

Media Cetak Diprediksi Lebih Menyehatkan Akal Pikiran Dibandingkan Media Sosial

Opini

Rupiah Melemah, Harga Komoditas Strategis Makin Tinggi: Derita Rakyat Makin Parah

Opini

Meningkatkan Kunjungan Wisata melalui Event GP Mandalika