koransakti.co.id – Gangguan udara di Denmark berlanjut dengan munculnya laporan penampakan drone di dekat sejumlah fasilitas militer, termasuk pangkalan udara terbesar di negara itu. Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah serangkaian drone melumpuhkan beberapa bandara sipil dan memicu kekhawatiran akan keterlibatan Rusia.
Pihak berwenang Denmark menyebut insiden di bandara pada hari Kamis sebagai “serangan hibrida”, namun menegaskan belum ada bukti yang mengarah ke Moskow.
Insiden Terbaru di Pangkalan Udara Karup
Insiden terbaru terjadi pada Jumat (26/9/2025) malam sekitar pukul 20:15 waktu setempat dan berlangsung selama beberapa jam. Sejumlah drone teramati terbang di atas Pangkalan Udara Karup, yang merupakan rumah bagi seluruh helikopter Angkatan Bersenjata Denmark dan pusat pengawasan ruang udara.
Akibatnya, wilayah udara sipil di atas pangkalan tersebut sempat ditutup untuk sementara waktu, meskipun tidak berdampak pada penerbangan komersial karena tidak ada jadwal pada saat itu. Kementerian Pertahanan Denmark mengonfirmasi adanya penampakan drone di dekat beberapa instalasi militer, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Gelombang Gangguan Drone Meluas di Eropa
Ternyata, insiden serupa tidak hanya terjadi di Denmark. Pada hari yang sama, sejumlah negara Eropa lainnya juga melaporkan aktivitas drone yang mencurigakan di dekat area-area sensitif.
- Jerman: Beberapa drone terlihat di atas Schleswig-Holstein, wilayah yang berbatasan langsung dengan Denmark.
- Norwegia: Polisi menyelidiki kemungkinan penampakan drone di Pangkalan Udara Orland, tempat jet tempur F-35 mereka berada.
- Lithuania: Aktivitas drone juga dilaporkan menunda penerbangan di bandara Vilnius.
Kelanjutan dari ‘Serangan Hibrida’ di Bandara
Rentetan kejadian ini merupakan eskalasi dari gangguan yang terjadi di awal pekan. Sebelumnya, bandara di Kopenhagen, Aalborg, dan Billund terpaksa menutup wilayah udara mereka karena drone.
Meskipun ada kecurigaan bahwa insiden-insiden ini merupakan bagian dari agresi tidak langsung Rusia terhadap negara-negara NATO yang mendukung Ukraina, belum ada bukti yang bisa mengonfirmasinya. Kedutaan Besar Rusia di Kopenhagen telah membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai “provokasi yang direkayasa”.















