Home / Jakarta / Kebijakan / Pemerintahan

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:07 WIB

Tegas! BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Gunakan Bahan Pangan Bersubsidi

koransakti - Penulis

Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan bahwa barang bersubsidi seperti MinyaKita, gas LPG 3 kilogram, dan beras SPHP tidak boleh masuk ke area dapur MBG

Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan bahwa barang bersubsidi seperti MinyaKita, gas LPG 3 kilogram, dan beras SPHP tidak boleh masuk ke area dapur MBG

koransakti.co.id, Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas untuk menertibkan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lembaga ini melarang keras seluruh dapur pelaksana menggunakan komoditas pangan dan energi bersubsidi dalam menyiapkan makanan untuk para penerima manfaat.

Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan bahwa barang bersubsidi seperti MinyaKita, gas LPG 3 kilogram, dan beras SPHP tidak boleh masuk ke area dapur MBG.

Apabila pengelola dapur kedapatan melanggar aturan ini, BGN siap melayangkan sanksi bertahap mulai dari surat peringatan hingga penutupan izin operasional secara permanen. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat dan media massa untuk turut mengawasi dan melaporkan setiap pelanggaran yang di temukan di lapangan.

Baca juga :   Kuasa Hukum Minta Ketegasan Mabes Polri Dan KPK Usut PT CMI dan Oknum Pejabat Daerah

Di sisi lain, BGN juga menetapkan kebijakan khusus terkait pengadaan bahan baku lokal, salah satunya produk telur ayam.

Ketika harga telur di pasaran merosot tajam hingga menyentuh angka Rp12.500 per kilogram, BGN mewajibkan setiap dapur MBG tetap membeli telur sesuai harga acuan pemerintah (flooring price).

Dengan menerapkan kebijakan ini, BGN tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi sekaligus menjaga stabilitas harga dan melindungi para peternak lokal dari kerugian.

Selanjutnya, BGN tengah merancang sistem pengadaan bahan pangan berbasis digital yang jauh lebih transparan. Langkah digitalisasi ini bertujuan untuk menciptakan persaingan yang adil bagi para pemasok bahan baku.

Baca juga :   Prabowo Sebut MBG Ciptakan 1,5 Juta Lapangan Kerja Baru pada Januari 2026

Lebih dari itu, sistem baru ini di rancang untuk menutup celah praktik kongkalikong antara pihak penyedia dan pengelola dapur. Melalui pembenahan ekosistem ini, BGN optimistis program MBG mampu memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat akar rumput. (Asep)

Baca juga: Pemangkasan Anggaran MBG akan Hemat Rp235 Triliun

BumDes Bulak Sakti Kembangkan Peternakan Bebek untuk Ketahanan Pangan, Berharap Telur Diserap Program MBG

Berita ini 12 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Advetorial

KOMEDIAN PAPA ZIDAN PEMILIK AKUN @papazidan3 JADI BINTANG TAMU DI ACARA “LAPOR PAK” TRANS7

Advetorial

Pembukaan MTQ Ke 51 Tingkat Kabupaten Kerinci Ditandai Dengan Pemukulan Beduk Oleh Bupati, Adirozal

Jakarta

Menko Polkam Apresiasi Kejagung Atas Penyitaan Rp11,8 Triliun dalam Kasus Ekspor CPO

Pemerintahan

Walikota Alfin Serahkan Bantuan Pembangunan Masjid Madiatul Islamiah di Sumur Anyir

Advetorial

Kades Permanti, Afrizal DN, Salurkan BLT-DD Tahap VII–IX Tahun 2025

Kebijakan

Orang Tua Wajib Tahu! Ini Aturan Resmi Seragam Sekolah SD, SMP, SMA Terbaru untuk Tahun Ajaran Baru

Jakarta

Koperasi Barata : Bung Hatta Sang Proklamator Pemikiran Ekonomi Kerakyatan sebagai Bapak Koperasi Indonesia

Advetorial

Ayo Daftar…!! Ini Program Spesial HUT Kemerdekaan RI Ke-80 Pemdes Kayu Aro Ambai