Home / Hukum / Internasional / Konflik / Peristiwa / Politik

Minggu, 21 September 2025 - 13:04 WIB

Demo Anti-Imigrasi di Belanda Berakhir Ricuh, Mobil Polisi Dibakar

koransakti - Penulis

Polisi anti-huru hara berhadapan dengan para pengunjuk rasa di Den Haag, Belanda. Aksi yang menuntut kebijakan imigrasi yang lebih ketat ini diwarnai bentrokan. (Sumber: EPA)

Polisi anti-huru hara berhadapan dengan para pengunjuk rasa di Den Haag, Belanda. Aksi yang menuntut kebijakan imigrasi yang lebih ketat ini diwarnai bentrokan. (Sumber: EPA)

Aksi unjuk rasa menentang kebijakan imigrasi di Den Haag, Belanda, berakhir dengan kekerasan pada hari Sabtu (20/9/2025). Polisi terpaksa menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa yang anarkis.

Dalam insiden tersebut, sebuah mobil polisi dibakar dan puluhan orang ditangkap. Perdana Menteri Dick Schoof mengutuk keras kekerasan tersebut dan menyebutnya “sama sekali tidak dapat diterima.”

 

Bentrokan Pecah di Jalan Raya

Menurut laporan, sekitar 1.500 pengunjuk rasa memblokir jalan raya yang melintasi kota. Aksi yang diorganisir oleh seorang aktivis sayap kanan ini menuntut kebijakan migrasi yang lebih ketat dan penindakan terhadap para pencari suaka.

Baca juga :   Kejagung Tetapkan Mantan Mendikbud Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Chromebook

Situasi memanas ketika kelompok besar pengunjuk rasa, banyak di antaranya membawa bendera Belanda dan simbol kelompok sayap kanan, mulai bentrok dengan aparat keamanan. Mereka melemparkan batu dan botol ke arah polisi. Akibatnya, 30 orang ditangkap dan dua petugas kepolisian dilaporkan terluka.

 

Kantor Partai Politik Jadi Sasaran Amuk

Selain bentrok dengan polisi, massa juga merusak kantor pusat partai kiri-tengah D66. Jendela-jendela gedung tersebut pecah dilempari massa. Partai D66 seringkali dipandang oleh kelompok sayap kanan sebagai partai yang melayani elite progresif.

Pemimpin D66, Rob Jetten, mengecam perusakan tersebut. “Jika Anda pikir bisa mengintimidasi kami, sial sekali. Kami tidak akan pernah membiarkan perusuh ekstremis merebut negara kami yang indah ini,” tulisnya di media sosial.

Baca juga :   Pengamat Citra Darminto: Petahana Lebih Berpeluang Menang di Pilwako Sungai Penuh

 

Kutukan dari Para Pemimpin Politik

Kekerasan dalam aksi ini dikutuk oleh berbagai pihak, termasuk dari politisi sayap kanan Geert Wilders, yang sebelumnya diundang untuk berbicara di acara tersebut namun tidak hadir. Wilders menyebut para pelaku kekerasan sebagai “orang-orang idiot”.

Insiden ini menyoroti ketegangan politik yang mendalam di Belanda terkait isu imigrasi, yang sebelumnya telah menyebabkan runtuhnya koalisi pemerintahan pada bulan Juni lalu.

Berita ini 64 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Internasional

Mogok Massal Pramugari Air Canada Berlanjut, Ribuan Penumpang Terlantar di Bandara Toronto

Hukum

Kasus Dugaan Perzinaan Memasuki Babak Baru: Inara Rusli Jalani Pemeriksaan Lanjutan di Polda Metro Jaya

Internasional

Pengakuan Jujur Josko Gvardiol: Buka Suara Soal Hengkangnya Pep Guardiola dan Sosok Enzo Maresca

Hukum

Kantor Imigrasi AS di Dallas Ditembaki, Satu Tahanan Tewas dan Pelaku Bunuh Diri

Bencana

Presiden Prabowo Pastikan Pemulihan Cepat Korban Banjir Aceh
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL Hingga Tembus Gerbong, 7 Orang Dilaporkan Tewas

Breaking news

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL Hingga Tembus Gerbong, 7 Orang Dilaporkan Tewas

Ekonomi

Simulasi Luhut: Tarif Trump 19% Bisa Dongkrak Ekonomi RI

Internasional

Serangan Drone Rusia Tewaskan Satu Keluarga di Sumy, Termasuk Dua Anak Kecil