Home / Kesehatan / Nasional / Pendidikan / Peristiwa

Jumat, 26 September 2025 - 18:39 WIB

BGN Minta Maaf, Akui Ada 70 Kasus Keracunan MBG Sepanjang 2025

koransakti - Penulis

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, saat memohon maaf atas rentetan kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis di Jakarta, Jumat (26/9/2025). (Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, saat memohon maaf atas rentetan kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis di Jakarta, Jumat (26/9/2025). (Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

koransakti.co.id – Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi merilis data terkait rentetan kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sepanjang periode Januari hingga September 2025, BGN mencatat telah terjadi 70 kasus keracunan yang berdampak pada 5.914 penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Dalam sesi jumpa pers di Kantor BGN, Jakarta, pada Jumat (26/9), Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menyampaikan permohonan maaf secara mendalam dan menegaskan bahwa BGN akan bertanggung jawab penuh atas insiden keamanan pangan tersebut.

Data Nasional: Ribuan Korban dan Penyebabnya

Dari total 70 kasus yang dilaporkan, wilayah Pulau Jawa menjadi yang tertinggi dengan 41 kasus yang menimpa 3.610 korban. Wilayah I (Sumatera) mencatat 9 kasus dengan 1.307 korban, sementara Wilayah III (Kalimantan, Sulawesi, dan lainnya) mencatat 20 kasus dengan 997 korban.

Baca juga :   Novra Wenti Monadi Dampingi Bunda PAUD Hesti Haris Sosialisasikan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Investigasi menemukan bahwa penyebab utama keracunan adalah kontaminasi bakteri pada makanan dan minuman, di antaranya:

  • E. Coli pada air, nasi, tahu, dan ayam.
  • Staphylococcus Aureus pada tempe dan bakso.
  • Salmonella pada ayam, telur, dan sayur.
  • Bacillus Cereus pada menu mie.

“Kami mengaku salah atas apa yang terjadi. Insiden keamanan pangan. Jadi, kalau saya sebut insiden keamanan pangan ini ternyata kami menemukan tidak semua terduga beracun, tetapi ada juga karena alergi,” kata Nanik.

Permohonan Maaf dan Tindakan Tegas

Dengan menahan tangis, Nanik S. Deyang menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh anak dan orang tua yang terdampak. “Dari hati saya yang terdalam, saya mohon maaf atas nama BGN, atas nama seluruh SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) seluruh Indonesia. Saya mohon maaf,” ujarnya.

Baca juga :   Soroti Perambahan Hutan Parah di Kerinci, Massa Aktivis Gelar Aksi Demo di BBTNKS

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, BGN telah melakukan investigasi terhadap dapur-dapur penyedia MBG. Hasilnya, 40 dari 45 dapur yang ditemukan tidak memenuhi standar prosedur operasional (SOP) telah ditutup untuk batas waktu yang tidak ditentukan.

“40 dapur kami nyatakan ditutup sampai semua penyelidikan, baik investigasi maupun perbaikan-perbaikan sarana dan fasilitas selesai dilakukan,” tegas Nanik. Ia berjanji BGN akan terus bekerja keras untuk memperbaiki sistem agar kejadian serupa tidak terulang.

Berita ini 59 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Nasional

Kemensos Siapkan Santunan Rp15 Juta untuk Korban Jiwa Aksi Demonstrasi

Hukum

Demo Anti-Imigrasi di Belanda Berakhir Ricuh, Mobil Polisi Dibakar

Jakarta

Presiden Prabowo Resmikan Gedung Layanan Terpadu dan Institut Neurosains Nasional RSPON Mahar Mardjono

Daerah

“Polri Hadir di Tengah Warga, Bersihkan Puing Pascaledakan di Panimbang*

Jakarta

Harry De Fretes Dan Heru BosBro Bakal Bikin Sitkom “Terminal Humor”

Hukum

Bjorka Kembali, Bocorkan Ratusan Ribu Data Anggota Polri Usai Klaim Penangkapan

Dinamika

Kasus Ijazah Jokowi Makin Panas, Saksi Roy Suryo di Panggil Penyidik
Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau: Kemenhub Konfirmasi Pilot dan Seluruh Penumpang Meninggal Dunia

Daerah

Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau: Kemenhub Konfirmasi Pilot dan Seluruh Penumpang Meninggal Dunia