koransakti.co.id – Penyakit campak kembali menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak-anak di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025 hingga akhir Agustus, telah tercatat 23.128 kasus suspek campak di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.444 kasus telah terkonfirmasi positif.
Meningkatnya kasus ini mendorong pemerintah untuk kembali menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di sejumlah daerah. Kemenkes pun mengingatkan kembali bahwa imunisasi adalah satu-satunya cara paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit ini.
Penyebab Lonjakan Kasus: Penurunan Cakupan Imunisasi
Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes, Prima Yosephine, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama lonjakan kasus adalah menurunnya cakupan imunisasi campak rubella dalam tiga tahun terakhir.
“Target nasional sebesar 95% belum tercapai. Padahal, angka tersebut diperlukan untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) yang dapat melindungi seluruh populasi anak,” ujar Prima.
Ia menambahkan bahwa meskipun angka cakupan nasional terlihat cukup tinggi, pemerataannya masih menjadi masalah. Masih banyak wilayah di tingkat desa yang capaian imunisasinya rendah, sehingga menciptakan “kantong-kantong” kerentanan yang memicu terjadinya KLB.
Bahaya Campak dan Komplikasinya
Dokter Spesialis Anak, Anggraini Alam, menekankan bahwa campak tidak boleh dianggap sebagai penyakit ringan. “Campak itu penyakit virus yang sangat menular. Dari satu orang yang sakit, bisa menular hingga ke 12 sampai 18 orang lainnya,” ujarnya.
Gejala awal campak biasanya meliputi demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah, yang kemudian diikuti oleh munculnya ruam di seluruh tubuh. Namun, bahaya sebenarnya terletak pada komplikasinya, yang bisa berupa:
- Diare berat hingga dehidrasi.
- Infeksi telinga.
- Pneumonia (radang paru-paru).
- Infeksi otak (ensefalitis).
- Penyakit fatal Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE) yang bisa muncul bertahun-tahun setelah infeksi.
Selain itu, campak juga menurunkan sistem kekebalan tubuh secara drastis, membuat anak rentan terhadap penyakit-penyakit lainnya.
Jadwal Imunisasi Campak Nasional
Saat ini, belum ada obat khusus untuk menyembuhkan campak. Penanganan hanya bersifat suportif untuk meredakan gejala. Oleh karena itu, pencegahan melalui imunisasi menjadi sangat krusial.
Dalam program imunisasi nasional, vaksin campak rubella (MR) diberikan sebanyak tiga kali secara gratis:
- Dosis pertama: Saat bayi berusia 9 bulan.
- Dosis kedua: Saat anak berusia 18 bulan.
- Dosis booster: Saat anak masuk kelas 1 SD (sekitar usia 7 tahun).
Kemenkes mengimbau seluruh orang tua untuk segera melengkapi jadwal imunisasi anak mereka di puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk melindungi buah hati dari ancaman campak dan komplikasinya yang berbahaya.
baca juga MG Tebar Promo Akhir Tahun, Tawarkan Keuntungan hingga Rp200 Juta – Koran Sakti















