koransakti.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 1,85% atau 152,19 poin ke level 8.086,1 pada akhir sesi perdagangan pertama hari ini, Kamis, 23 Oktober 2025. Pelemahan ini menghapus seluruh penguatan yang sempat terjadi di awal perdagangan.
Tekanan jual yang masif terlihat pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar, terutama saham-saham yang dimiliki oleh taipan Prajogo Pangestu, yang menjadi pemberat utama laju indeks.
Saham Grup Barito Kompak Berjatuhan
Saham-saham di bawah grup Barito menjadi kontributor terbesar bagi pelemahan IHSG. Aksi ambil untung (profit taking) investor membuat saham-saham ini terkoreksi tajam:
- BREN (PT Barito Renewables Energy Tbk): Anjlok 3,21%
- TPIA (PT Chandra Asri Pacific Tbk): Turun 2,56%
- CUAN (PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk): Melemah 2,21%
- BRPT (PT Barito Pacific Tbk): Terkoreksi 1,72%
Sektor Energi dan Barang Baku Memimpin Pelemahan
Secara sektoral, tekanan terbesar datang dari IDX Sektor Energi yang anjlok hingga 2,57%, diikuti oleh IDX Sektor Barang Baku yang turun 2,01%. Pelemahan ini menunjukkan sentimen negatif yang cukup luas di pasar, terutama pada saham-saham berbasis komoditas.
Hanya dua sektor yang berhasil bertahan di zona hijau, yaitu IDX Sektor Transportasi & Logistik yang naik tipis 0,08% dan IDX Sektor Properti & Real Estate yang menguat 0,04%.
Total volume transaksi di bursa pada sesi pertama mencapai 12,3 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 7,22 triliun. Pelemahan pasar cukup dominan dengan 421 saham turun, hanya 185 saham yang naik, dan 209 saham lainnya stagnan.
Baca juga:















