Home / Bisnis / Ekonomi / Investasi

Senin, 27 Oktober 2025 - 16:24 WIB

IHSG Anjlok 3% Hari Ini, Analis Sebut Wacana Baru MSCI Jadi Biang Keroknya

koransakti - Penulis

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)(Sumber: Ilustrasi/Bareksa)

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)(Sumber: Ilustrasi/Bareksa)

koransakti.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan tekanan jual masif pada perdagangan Senin, 27 Oktober 2025. IHSG ditutup anjlok 2,94% ke level 8.028,33 pada akhir sesi I. Bahkan, indeks sempat ambles lebih dalam hingga 3,7% di tengah perdagangan.

Apa yang sebenarnya terjadi? Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menilai ada satu sentimen utama yang menjadi biang kerok kejatuhan pasar hari ini.

Penyebab IHSG Anjlok: Wacana Perubahan Free Float MSCI

Menurut Abida, penurunan tajam IHSG disebabkan oleh tekanan jual besar-besaran pada saham-saham berbobot tinggi (big caps), terutama dari sektor perbankan besar dan konglomerasi.

Aksi jual ini dipicu oleh wacana baru dari MSCI (Morgan Stanley Capital International), sebuah lembaga penyedia indeks saham global yang menjadi acuan investor asing.

Berikut adalah poin-poin penting dari wacana MSCI tersebut:

  1. Konsultasi Publik: MSCI sedang melakukan konsultasi publik terkait rencana penggunaan Laporan Komposisi Kepemilikan Bulanan dari KSEI sebagai referensi tambahan menghitung free float.
  2. Perhitungan Baru: Data KSEI dianggap lebih rinci karena melaporkan kepemilikan di bawah 5%. MSCI mengusulkan untuk mengklasifikasikan kepemilikan ‘korporasi’ dan ‘others’ sebagai non-free float.
  3. Potensi Penurunan Bobot: Jika aturan ini diterapkan, porsi free float saham-saham dengan struktur kepemilikan terkonsentrasi (seperti saham konglomerasi dan emiten besar) berpotensi dihitung lebih rendah.
  4. Kekhawatiran Investor: Hal ini memicu sentimen risk-off. Investor institusi global dikhawatirkan akan mengurangi aliran dana mereka (net sell asing signifikan) jika bobot saham-saham besar Indonesia di indeks MSCI turun.
Baca juga :   Harga CPO Sumbar Periode Akhir September 2025 Ditetapkan Rp 14.453 per Kg

Abida menegaskan bahwa sentimen MSCI ini adalah pemicu utama volatilitas, yang memicu aksi jual cepat meskipun kebijakan tersebut belum resmi berlaku.

Kapan Keputusan MSCI Diumumkan?

Wacana ini belum final. MSCI masih menerima masukan dari pelaku pasar hingga 31 Desember 2025. Hasil konsultasi akan diumumkan sebelum 30 Januari 2026. Jika proposal ini disetujui, perubahan baru akan diimplementasikan pada review indeks bulan Mei 2026.

Baca juga :   Galeri HP Penuh? Jangan Dihapus! Jual Fotomu di 3 Situs Ini, Dibayar Pakai Dollar Lho

Saran untuk Investor

Menanggapi volatilitas ini, analis memberikan beberapa saran:

  • Investor Jangka Panjang: Disarankan memanfaatkan koreksi ini sebagai peluang untuk akumulasi bertahap (cicil beli) pada saham-saham berfundamental kuat yang harganya terkoreksi berlebihan.
  • Trader Jangka Pendek & Investor Asing: Disarankan untuk berhati-hati karena fluktuasi pasar diperkirakan akan tetap tinggi hingga ada pengumuman final dari MSCI.
  • Investor Ritel: Sebaiknya tetap fokus pada saham yang likuid, berkinerja solid, dan memiliki manajemen terbuka, serta selalu menjaga manajemen risiko.

Baca juga:

  1. Jangan Ketinggalan! Ini Daftar Kode Redeem ML 27 Oktober 2025, Klaim Hadiah Langka! – Koran Sakti
  2. Senin Hoki! 25 Kode Redeem FC Mobile 27 Oktober 2025, Ada Icon 111-113 & 200 Rank Up! – Koran Sakti
  3. Spesial Senin! Rilis 23 Kode Redeem FF 27 Oktober 2025 Terbaru, Banjir Hadiah! – Koran Sakti

 

Berita ini 92 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Daerah

Kesejahteraan Masyarakat Tembelok: Ketika Ekonomi Mengalahkan Regulasi

Ekonomi

Rakor Percepatan Proses Legislasi Badan Hukum Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Tingkat Kabupaten/Kota
Rumah Bersih, Dompet Terisi: Ubah Tumpukan Barang Bekas Jadi "Uang Kaget" di Akhir Tahun

Bisnis

Rumah Bersih, Dompet Terisi: Ubah Tumpukan Barang Bekas Jadi “Uang Kaget” di Akhir Tahun
Harga Emas Hari Ini, Selasa 21 Oktober 2025: Antam Melonjak Rp72 Ribu, Pegadaian Stagnan

Bisnis

Harga Emas Hari Ini, Selasa 21 Oktober 2025: Antam Melonjak Rp72 Ribu, Pegadaian Stagnan

Advetorial

Doktor Ilmu Ekonomi Beberkan 10 Indikator Keberhasilan Pembangunan Ekonomi dimasa Erzaldi RosmanĀ 
DME Bakal Gantikan LPG, Bahlil Lapor ke Prabowo: Target 2026 untuk Tekan Impor 10 Juta Ton

Ekonomi

DME Bakal Gantikan LPG, Bahlil Lapor ke Prabowo: Target 2026 untuk Tekan Impor 10 Juta Ton

Jambi

Pupuk Organik Bahagia Hasil Panen Naik 20 persen
Bank Indonesia Siap Terbitkan Instrumen Baru BI-FRN untuk Dorong Kredit ke Sektor Riil

Ekonomi

Bank Indonesia Siap Terbitkan Instrumen Baru BI-FRN untuk Dorong Kredit ke Sektor Riil