Home / Fakta Unik / Pendidikan / Sains

Rabu, 17 Desember 2025 - 08:18 WIB

Pojok Sains: Benarkah Madu Tidak Bisa Basi? Makanan Firaun yang Masih Bisa Dimakan Setelah 3.000 Tahun

koransakti - Penulis

Satu-satunya makanan di dunia yang memiliki masa kedaluwarsa

Satu-satunya makanan di dunia yang memiliki masa kedaluwarsa "tak terbatas". Rahasianya ada pada kerja keras lebah dan kimia alam. (Sumber: Freepik/koransakti.co.id)

koransakti.co.id – Kita terbiasa melihat tanggal kedaluwarsa (expired date) pada setiap kemasan makanan. Susu basi dalam seminggu, roti berjamur dalam beberapa hari. Tapi ada satu makanan ajaib yang menolak hukum pembusukan tersebut: Madu.

Buktinya nyata. Saat para arkeolog menggali makam-makam kuno di Mesir, mereka sering menemukan pot berisi madu yang sudah berusia lebih dari 3.000 tahun. Yang mengejutkan, setelah dicicipi, madu tersebut masih aman dimakan dan rasanya tetap manis!

Bagaimana bisa madu bertahan selama ribuan tahun tanpa kulkas dan pengawet buatan? Jawabannya terletak pada “Sihir Kimia” yang diciptakan lebah.

1. Sangat Haus Air (Higroskopis)

Madu memiliki kadar air yang sangat rendah. Sifat ini disebut Higroskopis. Bakteri pembusuk dan jamur membutuhkan air (kelembapan) untuk hidup dan berkembang biak. Saat bakteri mencoba hinggap di madu, madu justru “menyedot” cairan dari tubuh bakteri tersebut hingga bakteri itu mati kekeringan. Tanpa bakteri yang bisa hidup, tidak ada proses pembusukan.

Baca juga :   Pemilihan Ketua STIA NUSA Sungai Penuh Berjalan Aman, Penentuan Akhir Tunggu Suara Yayasan

2. Senjata Rahasia: Hidrogen Peroksida

Saat lebah mengumpulkan nektar bunga, mereka menyimpannya di perut khusus. Di sana, nektar bercampur dengan enzim bernama Glukosa Oksidase. Saat lebah memuntahkan nektar itu ke sarang untuk jadi madu, enzim ini memecah gula dan menghasilkan produk sampingan berupa Hidrogen Peroksida. Senyawa ini adalah antiseptik alami (sama seperti cairan pembersih luka). Zat inilah yang membunuh segala mikroba yang mencoba merusak madu.

Baca juga :   MPLS Ramah 2026 Resmi Dimulai, SMP Negeri 2 Sungai Penuh Sambut 227 Peserta Didik Baru dengan Semangat Belajar

3. Tingkat Keasaman (pH)

Madu memiliki tingkat keasaman (pH) sekitar 3 hingga 4,5. Lingkungan yang asam ini sangat tidak ramah bagi bakteri Salmonella atau E. coli. Mereka tidak bisa bertahan hidup di “kolam asam” yang lengket ini.

Kesimpulan: Madu bisa menjadi “abadi” asalkan disimpan dalam wadah tertutup rapat. Jika toplesnya terbuka dan uap air masuk, madu akan menyerap air tersebut, dan saat itulah ia bisa mulai terfermentasi (rusak). Jadi, jangan lupa tutup rapat toples madu Anda!

Baca juga:

  1. Pojok Sains: Mengungkap “Petrichor”, Alasan Ilmiah Mengapa Tanah Berbau Harum Saat Hujan
  2. Pojok Sains: Kenapa Es Batu Mengapung? Mengenal “Anomali Air” yang Menyelamatkan Bumi
Berita ini 59 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Sang Raja Lautan yang "Terkutuk": Kenapa Hiu Akan Mati Lemas Jika Berhenti Berenang Sedetik Saja? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Artikel

Sang Raja Lautan yang “Terkutuk”: Kenapa Hiu Akan Mati Lemas Jika Berhenti Berenang Sedetik Saja? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Pemerintahan

Peluncuran Nasional Papan Interaktif Tingkatkan Mutu Pembelajaran Digital

Advetorial

Dr. H. ASA’ARI., M.Ag : SELAMAT KEPADA WISUDAWAN-WISUDAWATI FAKULTAS UAD IAIN KERINCI

Advetorial

Mewakili Kabupaten Kerinci, SDN 83/III Koto Majidin Melaju Ke Tingkat Provinsi

Pendidikan

Perdana Tampil Drumband, RA Rahmatul Husna Koto Lolo Raih Juara 2 Karnaval

Pendidikan

Gelorakan Srigernas, Pabung Kodim 0417/Kerinci Pimpin Upacara Bendera Di SMA N 7 Kerinci

Daerah

Tekad Warga Dusun Suru Kab Nganjuk Menimba Ilmu

Advetorial

Sekolah Bersih Cermin Karakter Bangsa, MTsN 1 Kota Sungai Penuh Raih Penghargaan dari Walikota