Home / Bilogi / Fakta Unik / Pendidikan / Sains

Jumat, 19 Desember 2025 - 14:08 WIB

Pojok Sains: Mengenal Tardigrada, “Beruang Air” yang Tidak Bisa Dibunuh (Bahkan oleh Kiamat Sekalipun)

koransakti - Penulis

Kecil, imut, tapi lebih tangguh dari Superman. Inilah satu-satunya hewan yang diprediksi akan bertahan hidup sampai Matahari padam. (Foto:  Cultura RM Exclusive/Gregory S. Paulson/Getty Images/Koransakti)

Kecil, imut, tapi lebih tangguh dari Superman. Inilah satu-satunya hewan yang diprediksi akan bertahan hidup sampai Matahari padam. (Foto: Cultura RM Exclusive/Gregory S. Paulson/Getty Images/Koransakti)

koransakti.co.id – Jika terjadi bencana nuklir, tabrakan asteroid, atau kiamat iklim di Bumi, manusia mungkin akan punah. Kecoak mungkin bertahan, tapi ada satu makhluk yang dipastikan akan tetap hidup santai seolah tidak terjadi apa-apa.

Makhluk itu bernama Tardigrada (Tardigrade) atau sering dijuluki Beruang Air (Water Bear).

Ukurannya sangat kecil, hanya sekitar 0,5 mm (seukuran butiran debu), sehingga hanya bisa dilihat jelas dengan mikroskop. Bentuknya lucu, punya 8 kaki gemuk, tubuh gempal, dan cakar kecil. Mereka biasa hidup di lumut basah di halaman rumah Anda.

Namun jangan tertipu penampilannya yang imut. Sains menobatkan Tardigrada sebagai makhluk hidup paling tangguh yang pernah ditemukan di alam semesta. Berikut fakta ilmiah dan mekanisme “keabadian” mereka.

1. Daftar Kekuatan Super (The Invincible)

Para ilmuwan telah menyiksa hewan malang ini dengan berbagai kondisi ekstrem untuk menguji batasnya, dan hasilnya mencengangkan:

  • Suhu Ekstrem: Mereka bisa hidup di suhu dingin mutlak -272°C (hampir Absolute Zero) hingga suhu panas mendidih 150°C.

  • Tekanan Dahsyat: Mereka bertahan di tekanan Palung Mariana (dasar laut terdalam) yang tekanannya 6 kali lipat lebih kuat dari tekanan yang bisa meremukkan manusia.

  • Radiasi: Mereka tahan terhadap radiasi 1.000 kali lebih kuat daripada dosis yang bisa membunuh gajah.

  • Ruang Hampa: Pada tahun 2007, satelit FOTON-M3 membawa Tardigrada ke luar angkasa. Mereka dibiarkan di ruang hampa udara (vacuum) tanpa oksigen selama 10 hari. Saat kembali ke Bumi dan diberi air, mereka hidup lagi!

Baca juga :   Bukan Sekadar Penghangat Badan! Ini 10 Manfaat Ajaib Jahe & Rahasia Zat Gingerol (C17H26O4) yang Jarang Orang Tahu

2. Rahasia Ilmiah: Kriptobiosis (Mode Mati Suri)

Bagaimana mungkin makhluk organik bisa selamat dari penyiksaan fisik seberat itu? Jawabannya adalah kemampuan biologis langka yang disebut Kriptobiosis (Cryptobiosis).

Saat kondisi lingkungan memburuk (misalnya kekeringan total), Tardigrada tidak lari. Mereka melakukan transformasi tubuh yang radikal:

  1. Mengkerut: Mereka menekuk kaki dan kepalanya ke dalam tubuh, membentuk bola kecil kering yang disebut “Tun”.

  2. Membuang Air: Mereka mengeluarkan 97% air dari tubuhnya. Ingat, air adalah media yang bisa membeku (menjadi kristal es tajam) atau mendidih. Dengan membuang air, mereka menghilangkan risiko tersebut.

  3. Gula Ajaib (Trehalose): Ini kuncinya! Saat air keluar, tubuh mereka memproduksi gula khusus bernama Trehalose. Gula ini menggantikan cairan sel dan mengeras seperti kaca (Vitrification).

Dalam fase “Tun” ini, metabolisme Tardigrada turun hingga 0,01% dari normal. Mereka secara teknis “mati suri”. Mereka bisa diam dalam kondisi jadi patung kaca ini selama 30 tahun.

Begitu terkena setetes air, gula Trehalose larut, sel kembali mengembang, dan dalam beberapa menit mereka “hidup kembali” berjalan-jalan mencari makan seolah baru bangun tidur siang.

3. Protein Pelindung DNA (Dsup)

Salah satu alasan kenapa radiasi nuklir mematikan adalah karena radiasi menghancurkan rantai DNA kita.

Tardigrada memiliki protein spesial yang tidak dimiliki hewan lain, yang diberi nama Dsup (Damage Suppressor). Protein ini membungkus DNA mereka seperti selimut timah, melindunginya dari gempuran radiasi dan radikal bebas.

Baca juga :   Pojok Sains: Kenapa Kita Mengalami Déjà Vu? Benarkah Kita Bisa Meramal Masa Depan?

Ilmuwan Jepang bahkan sedang meneliti cara menyuntikkan protein Dsup ini ke sel manusia, dengan harapan suatu hari nanti manusia bisa lebih tahan terhadap radiasi (sangat berguna untuk astronaut yang akan pergi ke Mars).

4. Insiden di Bulan

Pada tahun 2019, pesawat antariksa Beresheet milik Israel jatuh dan hancur di permukaan Bulan. Pesawat itu membawa muatan ribuan Tardigrada dalam fase Tun. Secara teori, ribuan Tardigrada tersebut saat ini masih ada di Bulan, tersebar di antara puing-puing pesawat. Mereka tidak mati, hanya sedang “tidur” menunggu air.

Jika di masa depan ada astronaut yang menyiramkan air ke lokasi jatuhnya pesawat itu, kemungkinan besar “Beruang Air” tersebut akan bangun dan menjadi penghuni Bulan pertama yang selamat dari kecelakaan antariksa.

Kesimpulan: Tardigrada mengajarkan kita bahwa kekuatan bukan selalu soal ukuran atau otot yang besar. Kekuatan sejati adalah kemampuan untuk beradaptasi. Di saat Dinosaurus yang raksasa punah karena asteroid, si kecil Beruang Air justru menjadi saksi bisu sejarah bumi selama 500 juta tahun.

Baca juga:

  1. Pojok Sains: Membedah “Pembangkit Listrik” di Kepala Kita, Bagaimana Otak Menghasilkan Energi Setara Lampu LED?
  2. Pojok Sains: Kenapa Burung yang Bertengger di Kabel Listrik Tegangan Tinggi Tidak Kesetrum?
  3. Pojok Sains: Benarkah Madu Tidak Bisa Basi? Makanan Firaun yang Masih Bisa Dimakan Setelah 3.000 Tahun
Berita ini 31 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Strategi Tembus PTN 2026: Panduan Latihan Soal UTBK-SNBT Terupdate dan Bocoran Subtes Resmi

Pendidikan

Strategi Tembus PTN 2026: Panduan Latihan Soal UTBK-SNBT Terupdate dan Bocoran Subtes Resmi
Musim durian tiba! Meski enak, hati-hati "mabuk durian". Kandungan kalori dan gas sulfur (C2H6S) di dalamnya bisa bikin gula darah melonjak dan perut kembung.

Artikel

Musim Durian Tiba! Kenapa Buah Ini Baunya Minta Ampun & Bikin “Mabuk”? Kenalan dengan Senyawa Sulfur (C2H6S) & Bahayanya Jika Kalap!
Pojok Sains: Suka Minum Soda Pas Pesta? Ternyata Sensasi "Nyegrak" Itu Bukan Rasa, Tapi Reseptor Rasa Sakit! Ini Fakta Ilmiahnya

Fakta Unik

Pojok Sains: Suka Minum Soda Pas Pesta? Ternyata Sensasi “Nyegrak” Itu Bukan Rasa, Tapi Reseptor Rasa Sakit! Ini Fakta Ilmiahnya
Pojok Sains: Kenapa Es Batu Mengapung? Mengenal "Anomali Air" yang Menyelamatkan Bumi

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Es Batu Mengapung? Mengenal “Anomali Air” yang Menyelamatkan Bumi

Fakta Unik

Menyingkap Misteri Agartha: Peradaban Canggih yang Tersembunyi di Perut Bumi

Advetorial

Forum Wartawan Pendidikan Jabar Sosialisasikan Lomba Esai Khusus Pelajar
Benarkah Wortel Bisa Sembuhkan Mata Minus? Kenalan dengan Beta-Karoten (C40H56) dan Sejarah "Bohong" Perang Dunia

Artikel

Benarkah Wortel Bisa Sembuhkan Mata Minus? Kenalan dengan Beta-Karoten (C40H56) dan Sejarah “Bohong” Perang Dunia

Lingkungan

Kisah Anggrek Paling Langka di Dunia yang Hidup di Bawah Tanah dan Terancam Punah