Home / Artikel / Fakta Unik / kimia / Sains

Rabu, 28 Januari 2026 - 11:27 WIB

Kenapa Buah Mentah Bisa Matang Kilat Kalau Disimpan di Dalam Beras? Kenalan dengan Gas Etilen (C2H4)!

Tiara - Penulis

Buah-buahan tertentu melepaskan hormon dalam bentuk gas Etilen. Jika gas ini terperangkap di sekitar buah, proses pematangan akan berjalan 2x lebih cepat. (Foto: Freepik/koransakti.co.id)

Buah-buahan tertentu melepaskan hormon dalam bentuk gas Etilen. Jika gas ini terperangkap di sekitar buah, proses pematangan akan berjalan 2x lebih cepat. (Foto: Freepik/koransakti.co.id)

koransakti.co.idRabu, 28 Januari 2026 – Beli alpukat di pasar, ternyata masih keras seperti batu. Kata penjualnya: “Simpan saja di tempat beras, Bu. Besok pasti empuk.”

Ajaibnya, tips turun-temurun itu benar-benar ampuh. Apa hubungannya beras dengan kematangan buah? Apakah beras memberikan panas? Bukan. Jawabannya ada pada zat kimia gas bernama Etilen.

Rumus kimianya: C2H4. Di edisi Pojok Kimia hari Rabu ini, mari kita bongkar rahasia “karbitan” alami ini.

1. Bedah Rumus: C2H4 (Hormon Penuaan)

Etilen (C2H4) adalah hormon alami tumbuhan yang berbentuk Gas. Tugas hormon ini adalah memberi sinyal kepada sel buah untuk:

  • Mengubah pati menjadi gula (biar manis).

  • Melunakkan dinding sel (biar empuk).

  • Mengubah warna kulit (dari hijau ke kuning/merah).

Singkatnya, C2H4 adalah “Tombol Start” untuk proses pematangan (dan pembusukan).

2. Kenapa Harus “Disekap” di Beras/Koran?

Buah-buahan seperti Mangga, Alpukat, Pisang, dan Pepaya terus memproduksi gas Etilen ini meskipun sudah dipetik.

  • Di udara terbuka: Gas Etilen yang keluar dari buah akan tertiup angin dan hilang. Akibatnya, buah matangnya lama.

  • Di dalam beras/bungkus koran: Gas Etilen yang keluar terperangkap dan tidak bisa kemana-mana.

Baca juga :   Mengenal HCl (Asam Klorida) di Perut Kita. Asam Keras yang Bisa Lelehkan Logam, Tapi Kenapa Lambung Kita Aman?

Akibatnya, buah tersebut “mandi” di dalam gas Etilen-nya sendiri. Konsentrasi gas yang tinggi ini memaksa buah untuk matang jauh lebih cepat. Beras juga membantu menyerap kelembapan agar buah tidak jamuran selama proses “penyekapan” ini.

3. Efek Menular: Satu Busuk, Semua Busuk

Pernah dengar pepatah “One bad apple spoils the whole bunch” (Satu apel busuk merusak satu keranjang)? Secara kimia, ini 100% benar.

Buah yang terlalu matang (atau busuk/luka) memproduksi gas Etilen (C2H4) dalam jumlah Sangat Besar. Jika Anda menaruh satu pisang yang sudah cokelat di samping pisang-pisang yang masih hijau, gas dari pisang cokelat itu akan “menular” ke pisang hijau. Hasilnya: Pisang hijau ikut matang (dan busuk) lebih cepat.

Baca juga :   Kenapa Main HP Sebelum Tidur Bikin Insomnia? Kenalan dengan Melatonin (C13H16N2O2), Si "Vampir" Takut Cahaya!

4. Karbit: Etilen Tiruan

Para petani buah sering menggunakan “Karbit” (Kalsium Karbida) untuk mematangkan pisang secara paksa. Karbit kalau kena air akan menghasilkan gas Asetilen. Struktur Asetilen ini mirip dengan Etilen (C2H4), sehingga bisa menipu buah untuk segera matang. Ini yang disebut “Buah Karbitan”.

Kesimpulan

Menyimpan buah di dalam beras adalah penerapan ilmu kimia sederhana. Anda sedang memanipulasi konsentrasi gas C2H4 agar buah segera empuk. Jadi, jangan buang alpukat keras Anda, cukup “sekap” dia semalam!

Baca juga: Kenapa Mengiris Bawang Bikin Mata Menangis? Kenalan dengan Gas C3H6OS, Senjata Pertahanan Diri Tanaman!

Berita ini 34 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pojok Sains: Fenomena Hypnic Jerk, Kenapa Tubuh Sering 'Kaget' & Merasa Jatuh Saat Baru Terlelap?

Fakta Unik

Pojok Sains: Fenomena Hypnic Jerk, Kenapa Tubuh Sering ‘Kaget’ & Merasa Jatuh Saat Baru Terlelap?

Artikel

IBADAH HAJI TEMPO DULU ANTARA HIDUP DAN MATI SERTA KEBENCIAN KAUM PENJAJAH

Artikel

Khasiat Daun Katuk: Daun Lokal dengan Segudang Manfaat untuk Kesehatan

Internasional

WHO Luncurkan Dasbor Baru untuk Pantau Ancaman Resistensi Antimikroba Global

Artikel

Strategi Direktur BRMS Borong Saham Saat Harga Anjlok: Aksi Akumulasi Charles Gobel di Tengah Volatilitas Pasar Gold Miner

Artikel

Sekali melanggar menyesal 70 tahun lalu TOBAT 300 Tahun 

Artikel

Keberanian Kebijakan Prabowo Subianto Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Artikel

PENDEKAR MUDA SEBAGAI GENERASI PENERUS BANGSA
error: Content is protected !!