Home / Artikel

Jumat, 6 Maret 2026 - 05:29 WIB

Dubai Negeri “Loh Jinawi”: Tidak Berperang, Terkena Imbas Perang

koransakti - Penulis

Oleh :

Prof. Dr. RIZAL DJALIL MAKMUR (Prof RDM), Eks Ketua BPK RI, Politisi Senior, Analis Kebijakan Keuangan, Pangan dan Health Economic

Koransakti.co.id- Dubai merupakan negeri Arab yang sangat berhasil bertransformasi menjadi kota kosmopolitan. Kota ini menyumbang sekitar 75% PDB Uni Emirat Arab (UEA). Sumber penerimaan utamanya berasal dari wisata, real estate, perdagangan, dan jasa keuangan, sementara minyak hanya sekitar 5% PDB.

Dengan jumlah penduduk hampir 4 juta jiwa, sekitar 92% (3,68 juta) adalah ekspatriat terutama dari India, Pakistan, dan Bangladesh. Penduduk asli Emirat hanya 8% (±320 ribu orang).

Pada 2025, jumlah wisatawan yang datang mencapai 20 juta orang dengan kontribusi devisa sekitar Rp1.054 triliun. Tak heran jika Dubai di kenal sebagai kota modern dengan gedung pencakar langit, layanan smart city, serta masyarakat yang relatif toleran sehingga interaksi antara pendatang dan warga lokal berjalan harmonis.

Namun ketenangan itu sirna pada Sabtu, 28 Februari 2026 akibat imbas perang Amerika–Israel dengan Iran. Ledakan mengguncang kawasan elit Palm Jumeirah. Puing drone memicu kebakaran di hotel mewah Burj Al Arab. Informasi yang beredar menyebutkan 137 rudal dan 209 drone di tembakkan ke wilayah UEA.

Dampaknya besar. Dubai International Airport (DXB) dan Al Maktoum International Airport (DWC), hub penerbangan tersibuk di dunia dengan sekitar 90 juta penumpang per tahun terpaksa ditutup. Ruang tunggu bandara mengalami kerusakan. Sekitar 20.200 penumpang terdampak pembatalan penerbangan.

Baca juga :   Xi Jinping Pimpin Parade Militer Akbar Tiongkok Bersama Putin dan Kim Jong Un

Sebagian maskapai masih menunggu hingga 7 Maret 2026 untuk menentukan operasional. Otoritas bandara juga belum mengizinkan penumpang datang ke bandara. Hanya penerbangan sangat terbatas yang mulai di izinkan sejak 2 Maret malam.

Baca juga :   Kapal Tanker Negara Lain berhasil Lewat Selat Hormuz, Dua Tanker Kita Belum : Diplomasi Kemenlu Gagal?

Pelajaran yang bisa di petik:

1. Geopolitik sangat kompleks. Konflik antarnegara bisa berdampak pada negara lain yang tidak ikut berperang. Karena itu kebijakan luar negeri harus sangat hati-hati dan berorientasi pada kepentingan nasional.

2. Traveler perlu memiliki asuransi perjalanan yang kredibel untuk menghadapi situasi force majeure.

3. Perencanaan perjalanan harus mempertimbangkan situasi geopolitik global yang semakin tidak menentu dan sulit diprediksi.

Semoga perang segera usai.

 

 

Berita ini 33 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

MADRASAH ITU CUMA ANAK ANGKAT

Artikel

Mencegah Manipulasi Data Ekspor Sumber Daya Alam: Melalui Pembentukan BUMN DSI atau Perusahaan Swasta?

Artikel

Ubi Jalar: Makanan Sederhana, Kandungan Nutrisi Luar Biasa

Artikel

DEDI MULYADI TIPE PEMIMPIN GADO GADO
Penjelasan Dokter Zaidul Akbar Mengenai Peran Puasa dalam Menghambat Sel Kanker

Artikel

Penjelasan Dokter Zaidul Akbar Mengenai Peran Puasa dalam Menghambat Sel Kanker

Artikel

GENCATAN SENJATA DENGAN 50 JUTA TON PUING RERUNTUHAN 
Awas Kebablasan Mentang-mentang Besok Libur! Cek Jadwal Imsak & Subuh Sabtu 21 Februari 2026 (Jabodetabek). Pasang Alarm Sekarang!

Agama

Awas Kebablasan Mentang-mentang Besok Libur! Cek Jadwal Imsak & Subuh Sabtu 21 Februari 2026 (Jabodetabek). Pasang Alarm Sekarang!

Artikel

Implementasi B50, Upaya Strategis Negara untuk stop impor Solar: Harusnya didukung semua pihak