Home / Artikel / kimia / Sains

Senin, 9 Februari 2026 - 13:48 WIB

Mitos atau Fakta? Mata Kedutan Katanya Mau Dapat Rezeki Nomplok atau Menangis? Ternyata Ini Penjelasan Medisnya (Myokymia)!

Tiara - Penulis

Jangan buru-buru berharap dapat uang kaget. Mata kedutan sebenarnya adalah cara tubuh berteriak minta istirahat. (Foto: Freepik/koransakti.co.id)

Jangan buru-buru berharap dapat uang kaget. Mata kedutan sebenarnya adalah cara tubuh berteriak minta istirahat. (Foto: Freepik/koransakti.co.id)

koransakti.co.idSenin, 9 Februari 2026“Eh, mata kanan gue kedutan nih dari tadi pagi. Asyik, mau dapet duit gede kayaknya!”

Sering dengar celotehan seperti itu? Atau mungkin Anda sendiri yang sedang mengalaminya sekarang? Di Indonesia, Kedutan (Twitching) pada kelopak mata sangat kental dengan mitos Primbon.

  • Kanan Atas: Mau dapat rezeki/kabar baik.

  • Kiri Bawah: Mau sedih/menangis.

Tapi sebelum Anda belanja duluan karena yakin bakal dapat uang, yuk cek dulu fakta medisnya. Jangan-jangan itu sinyal bahaya dari tubuh Anda!

1. Apa Itu Myokymia?

Dalam dunia kedokteran, kedutan pada kelopak mata disebut Myokymia. Ini adalah kondisi di mana saraf kelopak mata mengalami kejang ringan (spasme) yang berulang-ulang tanpa bisa kita kontrol. Sarafnya “konslet” sebentar, makanya mata terasa berdenyut-denyut sendiri.

2. Penyebab Utamanya (Bukan Uang!)

Dokter mata sepakat bahwa penyebab utamanya ada 3K:

  1. Kelelahan (Kurang Tidur): Ini penyebab nomor satu. Setelah begadang di akhir pekan atau kerja keras di hari Senin, otot mata jadi stres.

  2. Kafein (Kopi): Terlalu banyak minum kopi memicu sistem saraf jadi hiperaktif.

  3. Kering (Mata Lelah): Terlalu lama menatap layar HP/Komputer (Screen Time) membuat mata kering dan sarafnya tegang.

Baca juga :   RAME RAME MINTA TAMBAH ANGGARAN 

Jadi, kalau mata kanan Anda kedutan, itu bukan berarti mau dapat transferan, tapi artinya: “Bos, tolong tidur dong! Mata udah capek nih!”

3. Kapan Harus ke Dokter?

Biasanya kedutan akan hilang sendiri setelah Anda tidur nyenyak atau dikompres air hangat. TAPI, waspadalah jika:

  • Kedutan tidak berhenti selama seminggu.

  • Kedutan menyebar ke bagian wajah lain (pipi/bibir ikut kedutan).

  • Mata jadi merah, bengkak, atau keluar cairan. Itu bisa jadi tanda gangguan saraf wajah (Hemifacial Spasm) yang butuh penanganan dokter.

Baca juga :   Terong Bulat Hijau: Sayuran Unik  Kaya Manfaat dan Mudah Dibudidayakan

4. Cara Mengatasinya (Gratis)

Gak perlu obat mahal, cukup lakukan ini:

  • Tidur Lebih Awal: Matikan HP jam 9 malam, tidur 8 jam.

  • Kurangi Kopi/Rokok: Ganti dengan air putih atau jus.

  • Kompres Hangat: Tempelkan handuk hangat di mata selama 5-10 menit sebelum tidur.

  • Tetes Mata: Gunakan obat tetes mata (air mata buatan) jika mata terasa kering.

Kesimpulan

Mitos memang seru buat hiburan, tapi jangan dijadikan patokan hidup. Kalau mata kedutan, dengarkan tubuh Anda. Istirahatlah sejenak. Rezeki memang penting, tapi kesehatan mata jauh lebih mahal harganya!

Baca juga: Sering Salah Kaprah! Langit Berwarna Biru Bukan Karena Pantulan Air Laut, Tapi Karena Fenomena Fisika “Hamburan Rayleigh”. Ini Penjelasannya!

Berita ini 42 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

DARI RENGASDENGKLOK MENUJU PINTU GERBANG 

Artikel

DANA INVESTASI BODONG YANG RAIB BISA RATUSAN TRILYUN, THOMAS SITEPU BERUSAHA TEMUI PRESIDEN

Artikel

HARI ANAK SEJAGAT RAYA HAK BERTAHAN HIDUP, BEBAS EKSPLOITASI DAN KEKERASAN 
Pojok Sains: Fenomena Hypnic Jerk, Kenapa Tubuh Sering 'Kaget' & Merasa Jatuh Saat Baru Terlelap?

Fakta Unik

Pojok Sains: Fenomena Hypnic Jerk, Kenapa Tubuh Sering ‘Kaget’ & Merasa Jatuh Saat Baru Terlelap?
Kenapa Makan Permen Mint Terasa "Dingin"? Kenalan dengan Menthol (C10H20O), Si Penipu Suhu!

Artikel

Kenapa Makan Permen Mint Terasa “Dingin”? Kenalan dengan Menthol (C10H20O), Si Penipu Suhu!

Internasional

WHO Peringatkan Krisis: Riset Antibiotik Baru Melambat, Bakteri Kebal Obat Makin Mengancam

Artikel

Stabil dan Konsisten, Taurus Diprediksi Makin Mapan Secara Finansial di 2026

Artikel

ESG dalam Konteks Global dan Relevansinya dengan Industri 5.0
error: Content is protected !!