Home / Artikel

Senin, 23 Februari 2026 - 17:32 WIB

PEMBEBASAN SANDRA CUMA 3 MENIT 

Dedi Asikin - Penulis

Koransakti.co.id- Seingat saya pembajakan pesawat terbang di Indonesia yang menyita perhatian publik dan media sudah dua kali terjadi. Pertama tanggal 5 April 1972.

Pesawat jenis vicker vicount milik Merpati Nusantara Air line (MNA) dengan Nomor penerbangan MZ 171 sedang dalam perjalanan dari Surabaya ke Jakarta.

Dalam perjalanan tiba-tiba muncul seorang pembajak amatir bernama Hermawan. Dengan sebuah granat di tangan ia memaksa pilot untuk transit di bandara Adisucipto Yogyakarta.

Setelah itu dia meminta uang Rp.50 juta. Satuan anti teror ABRI menanggapi pembajakan itu cuma kriminal biasa sehingga terkesan mengulur waktu, padahal sang pembajak sudah menurunkan permintaannya menjadi cuma 5 juta. Penanganan kemudian di serahkan kepada Kepolisian . Kebetulan di dalam pesawat itu ada pilot (MNA) lain yang ikut terbang bernama Indarto.

Ketika duduk di sebelah kiri dalam kokpit ia menjulurkan tangan kirinya dari jendela pesawat. Seorang letnan kolonel polisi yang cepat tanggap pada isyarat segera menyodorkan sebuah revolver Colt 38 ke tangan Indarto. Dan pem mbajak itu mati di tembak kapten pesawat. Untung granatnya tidak meledak padahal pen nya sudah di cabut. Masalahnya pengungkitnya terkepal tangan pembajak.

Untuk di ketahui Indarto Itu lulusan sekolah pilot TALOA, seangkatan dengan Umar Dhani, Rusmin Nuryadin, Dono Indarto dan lain lain.

Peristiwa ke-dua yang paling menggemparkan adalah pembajakan pesawat DC.9 Woyla milik Garuda dengan Nomor penerbangan GA 206. Peristiwa itu terjadi hari Sabtu tanggal 28 Maret 1981.

Woyla pagi itu sedang dalam penerbangan dari bandara Kemayoran Jakarta menuju bandara Polonia Medan lewat Palembang dengan membawa 48 pe numpang.

Di tengah jalan di atas kota Pekanbaru setelah lewat bandara Simpang Tiga, kapten pilot Herman Rente dengan todongan senjata api di minta mengalihkan tujuan ke Penang, Malaysia.

Di bandara Bayan lepas Penang para pembajak meminta di kirim makanan dan pengisian bahan bakar. Permintaam itu di penuhi oleh otoritas Malaysia.

Pada jam 16.06 pesawat Woyla tinggal landas dari bandara Bayan lepas meninggalkan Penang. Ada kekhawatiran dari para pengamat penerbangan, pesawat itu akan di bawa ke salah satu negara Arab. Ada informasi kemungkinan ke Libia.

Tapi ternyata pesawat itu mendarat di bandara Don Muang di kota Bangkok Thailand pada pukul 17.05. Kemudian parkir di spot A apron Pangkalan Udara kerajaan Thailand yang berjarak sekitar 2 km dari terminal bandara.

Pada waktu pembajakan itu seluruh pimpinan teras ABRI sedang menghadiri rapat pimpinan dan latihan gabungan ABRI di Maluku. Yang ada di Jakarta hanya Wakil Panglima ABRI merangkap Pangkopkamtib Laksamana Sudono

Baca juga :   HEROISME KIYAI DAN SANTRI

Berita pembajakan Woyla di teruskan Sudomo kepada Asintel Hankam letnan jenderal LB Murdani yang berada di Maluku . Lalu panglima ABRI/ Menhankamkam Jendral M.Yusuf memerintahkan Sudomo melakukan kordinasi penanggulangan pembajakan itu

Yang terjadi kemudian adalah datangnya perintah dari Komandan Jenderal Kopassus Brigjen Yogi S Memet kepada Letkol Sintong Panjaitan yng menjadi wajik komandan grup 4 Kopashanda.

“Sintong saya perintahkan kamu untuk memimpin pembebasan sandra. Cari anggotamu dan kerjakan dengan baik. Kau adalah prajurit tebaik di Kopashanda. Pada waktu itu letkol Sintong Panjaitan sedang berada di kantor Cijantung. Dia memakai tongkat dan jalan terpincang-pincang. Kakinya terkilir waktu latihan terjun bebas bersama mayor Prabowo.

Tidak ada cara lain kecuali melaksanakan perintah Itu. Ia segera menyiapkan pasukan anti teror Kopashanda. Di depan para anggota group 4, Sintong menceritakan pembajakan pesawat terbang Garuda Itu. Lalu ia menawarkan siapa yang secara sukarela mau ikut operasi pembebasan sandra. Cara begitu lazim di lakukan oleh US army special ( pasukan khusus Amerika).

Tapi cara itu belum biasa di Indonesia karena Itu permintaan Sintong secara sukarela tidak mendapat respons dari anggota Kopasus. Mereka inginnya bentuk perintah, semua siap jika di perintah.

Kemudian Sintong dengan beberapa orang terdekat mayor Sunarto, kasi 1 (inteljen), Mayor Isnoor, kasi 3 (personil) merangkap kasi 4 (logistik) dan beberapa pejabat anti teror Kopasus.

Mereka berangkat dengan pesawat DC 9 yang lain yang mirip dengan pesawat yang di bajak.

Semula sudah di siapkan 72 orang yang akan di berangkatkan, tapi setelah mendengar informasi bahwa pembajak hanya 5 orang akhirnya Sintong memutuskan hanya membawa 30 orang saja.

Sebelumnya telah berangkat ke Bangkok kepala Bakin (Badan Kordinasi Intelegen Negara, letnan jenderal Yugo Sugomo ke Bangkok dengan menggunakan pesawat Garuda DC 9 Digul. Dia akan newakili Pemerintah Indonesia untuk berunding dengan pemerintah Thailand dan para pembajak.

Otoritas keamanan kerajaan Thailand mengusulkan di bentuk tim gabungan tapi Sintong menolak dengan alasan operasi ini lebih besar kepentingan Indonesia. Yang di bajak pesawat Indonesia, penumpang kebanyakan orang Indonesia.

Realitanya yang sungguh sungguh terlibat baku tembak dengan pembajak hanya 6 orang di bagi 3 subperintis, depan, tengah dan belakang

Sintong perintahkan, siapapun yang berada dekat pintu tembak langsung.

Bagaimana kalau Itu penumpang. Tidak peduli, semua tanggung jawabku. Kalau dia jadi korban, Itu sudah takdir.

Ternyata seorang pembajak bernama Abu Sofyan sudah menembak kepala kapten pilot Herman Rente. Pilot kelahiran Palopo Sulawesi Selatan tahun 1943 Itu menderita luka parah di bagian kepala. Sementara co pilot Hendy Jumantoro berhasil melarikan diri lewat pintu darurat sebelah kanan.

Baca juga :   Xiaomi 15T dan 15T Pro Resmi Diumumkan: Bawa Layar dan Baterai Lebih Besar

Sampai di bawah ia di lindungi dan di selamatkan kapten kopassus Untung Suroso yang berada disana.

Seorang pembajak yang lari menuju ruang penumpang bertabrakan dengan penyergap dan keduanya terlihat pergumulan di lantai tengah. Ia berusaha merebut senjata penyergap. Tetapi penyergap dua yang memberi perlindungan berhasil menembak sang pembajak di bibir pintu depan. Ia tergelincir bersama peluncur karet dan jatuh di apron.

Ia segera di tembak oleh penyergap tengah yang berjaga di bawah hidung pesawat . Belakangan ia di ketahui bernama Abdullah Mulyono salah seorang pembajak.

Dalam hitungan detik setelah penyergap depan berada di dalam pesawat, penyergap tengah masuk pula ke dalam pesawat. Tak mau ambil resiko pada perintah komandan operasi siapapun yang ada di dekat pintu langsung tembak, maka tak ayal lagi dia dor orang yang duduk di dekat pintu. , dan tewas seketika.

Analisis Sintong benar, pasti orang yang duduk di dekat pintu adalah pembajak. Belakangan di ketahui orang itu bernama Mohammad Zein, orang termuda di antara kelima pembajak itu.

Pembajak lain yang berada di lorong sebelah kiri depan sayap melemparkan granat tapi tidak meledak.

Baca juga: Duka di Perbatasan: Pesawat Kargo Pelita Air Jatuh di Nunukan, Capt. Hendrick Lodewyck Gugur

Harian Kompas pada hari berikutnya mewartakan bahwa pelempar granat Itu bernama Zuplikar. Seandainya granat itu meledak di pastikan banyak penumpang menjadi korban.

Zulfikar melarikan diri lewat pintu darurat,tapi tiba di apron dia di sambut tembakan dari penyergap dua yang baru sampai di sana. Zulfikar tewas seketika.

Penyergap tengah sempat mendapat tembakan pembajak tapi tembakan itu mengenai dada yang terlindung rompi rompi anti peluru.

Abu Sofyan yang menembak kepaten pilot Herman Rante sempat ikut turun berbaur dengan penumpang. Tetapi tiga orang penumpang mengenalinya. Abu Sofyan berusaha melarikan diri tapi seorang penyegap menembaknya dengan senapan M 16 AI. Abu Sofyan tersungkur dan tewas seketika.

Ketika di hitung hitung oprasi pembebasan sandra pesawat Woyla yang di pimpin letkol Sintong Panjaitan hanya berlangsungnya sekitar 3 menit saja. Sebuah prestasi den prestise.

Baca juga:Karya Seni Presiden Ke-6: Lukisan “Kuat Laksana Kuda Api” SBY Laku Rp6,5 Miliar dalam Lelang Amal

Berita ini 13 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

PARADIGMA BARU TRANSMIGRASI PENINGKATAN KUALITAS HIDUP

Artikel

PURBAYA SING SENES 

Artikel

KASIH SAYANG DI BULAN RAMADHAN BUKAN VALENTIN DAYS

Artikel

5 Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik Mendadak: Jangan Panik, Lakukan Ini Dulu!

Artikel

Kiblat Pendidikan Indonesia, Kiblat Sendiri / Tak Berkiblat?

Artikel

Kampanye Ajang Adu Gagasan Bukan Yang Lain

Artikel

KIYAI POLITIK, POLITIK KIYAI LAYU SEBELUM BERKEMBANG 

Artikel

BAHAN BAKAR NABATI UPAYA SETENGAH HATI