Koransakti.co.id- Sebagai persyarikatan yang berkemajuan, Muhammadiyah tak pernah sepi dengan inovasi. Di tengah ketergantungan Indonesia lebih dari 90% terhadap bahan baku obat, termasuk cairan infus dari luar negeri: Muhammadiyah tampil dengan gebrakan membangun pabrik cairan infus yang berkapasitas 15 juta botol cairan infus per tahun.
Kebutuhan cairan infus di Indonesia sangat besar. Pabrik yang berlokasi di Mojokerto mulai di bangun Mei 2026 dan akan mulai berproduksi tahun 2028.
Cairan infus adalah cairan steril yang langsung di masukkan ke pembuluh darah vena untuk mengganti cairan tubuh, elektrolit, nutrisi, atau mengantarkan obat dengan cepat. Merupakan komponen obat/alat kesehatan vital yang harus tersedia di rumah sakit dan klinik untuk dapat melayani pasien.
Produksi cairan infus yang di inisiasi Muhammadiyah bukan saja untuk keperluan sekitar 130 RS dan 400 klinik milik Muhammadiyah, tapi juga untuk melayani kebutuhan pelayanan kesehatan secara nasional.
Setiap tahun sekitar Rp 5 triliun di habiskan untuk pengadaan cairan infus di Indonesia.
Kita berharap pemerintah dan organisasi lainnya ikut berinvestasi dalam memenuhi kebutuhan farmasi dan kesehatan nasional: sehingga Indonesia tidak lagi terlalu tergantung kepada barang impor.
Insya Allah.
Penulis: 















