koransakti.co.id- Pemerintah secara resmi mengumumkan kebijakan untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh wilayah Indonesia per 16 April 2026. Oleh karena itu, harga BBM baik jenis subsidi maupun non-subsidi terpantau stabil mengikuti tarif yang berlaku sejak periode Maret lalu.
Kebijakan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto guna menjaga inflasi dan stabilitas ekonomi nasional. Meskipun demikian, beberapa SPBU swasta seperti Shell terpantau mengalami kekosongan stok akibat kendala koordinasi rekomendasi impor BBM untuk tahun 2026.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan pembahasan intensif dengan tim Pertamina serta badan usaha swasta lainnya. Masyarakat diimbau untuk tidak termakan isu kenaikan harga yang tidak berdasar karena pemerintah berkomitmen menjaga harga tetap flat.
Selain itu, stabilitas harga ini juga berlaku untuk SPBU swasta seperti Vivo dan BP-AKR yang masih menjual produk bensin dengan harga kompetitif.
Oleh karena itu, Pertamax tetap bertahan di angka Rp12.300 per liter untuk wilayah Jakarta, sementara BBM subsidi Pertalite dan Solar tidak mengalami perubahan harga sejak September 2022. Dengan demikian, operasional transportasi dan logistik diharapkan tidak terganggu oleh fluktuasi harga energi di bulan April ini
Sebagai informasi, SPBU Shell saat ini masih menunggu kelengkapan tata laksana impor untuk dapat kembali melayani konsumen secara normal. Akhirnya, transparansi informasi dari pemerintah menjadi kunci utama agar masyarakat tetap tenang dan cerdas dalam mengelola informasi terkait kebutuhan energi harian.
Daftar Harga BBM Resmi di SPBU Pertamina (DKI Jakarta)
Berikutnya, mari kita ulas daftar harga terbaru di SPBU milik negara yang berlaku efektif hingga hari ini:
Pertalite (Subsidi): Rp10.000 per liter
Solar (Subsidi): Rp6.800 per liter
Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter
Pertamax Green 95 (RON 95): Rp12.900 per liter
Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.100 per liter
Dexlite: Rp14.200 per liter
Pertamina Dex: Rp14.500 per liter
Pantauan Harga di SPBU Swasta (Vivo & BP-AKR)
Selanjutnya, meskipun terdapat kendala stok di beberapa merek tertentu, SPBU Vivo dan BP-AKR masih menyediakan layanan dengan harga sebagai berikut:
| Jenis BBM | SPBU Vivo | SPBU BP-AKR |
| RON 92 | Rp12.390 (Revvo 92) | Rp12.390 (BP 92) |
| RON 95 / Ultimate | Rp12.930 (Revvo 95) | Rp12.930 (BP Ultimate) |
| Diesel Premium | Rp14.610 (Primus) | Rp14.620 (Ultimate Diesel) |
Kondisi Stok Lapangan: Kelangkaan di SPBU Shell
Berikutnya, masyarakat perlu mencermati bahwa mayoritas SPBU Shell di wilayah Jabodetabek saat ini tidak menyediakan produk BBM. Melalui pernyataan resminya, pihak Shell Indonesia memohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Mereka sedang berupaya memenuhi prosedur tata laksana impor BBM tahun 2026 bersama pemerintah. Kondisi ini menyebabkan antrean di beberapa SPBU Pertamina dan Vivo terpantau sedikit lebih padat dari biasanya.
Pemerintah Jaga Stabilitas Daya Beli
Keputusan tidak menaikkan harga BBM per 16 April 2026 merupakan bukti kehadiran pemerintah dalam menjaga beban ekonomi masyarakat. Dengan harga yang tetap stabil, diharapkan sektor produktif dapat terus bergerak tanpa beban biaya energi tambahan.
Dengan demikian, pastikan Anda mengisi bahan bakar di titik-titik yang tersedia dan selalu memantau informasi resmi dari kanal pemerintah.***















