Koransakti.co.id – Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) anxiety merupakan gangguan pencernaan yang berkaitan erat dengan kondisi psikologis, terutama kecemasan berlebihan.
Pada kondisi ini, tekanan emosional dapat memicu naiknya asam lambung sehingga menimbulkan gejala GERD.
Karena itu, faktor mental memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan sistem pencernaan seseorang.
Penderita GERD anxiety umumnya mengalami kombinasi gejala fisik dan emosional secara bersamaan.
Keluhan yang sering muncul di antaranya rasa panas atau terbakar di dada (heartburn), mual, muntah, perut terasa penuh..
BACA JUGA: Waspada! Gejala Hantavirus Mirip Flu Biasa, Kenali Perbedaan Fatalnya
Selain itu, beberapa orang juga merasakan sensasi mengganjal di tenggorokan, nyeri di ulu hati setelah makan, serta gangguan tidur akibat gejala yang memburuk saat berbaring.
Tidak hanya berdampak pada lambung, kecemasan juga bisa menyebabkan jantung berdebar, rasa gelisah, dan pikiran sulit tenang.
Banyak penderita mengira gejala tersebut akibat gangguan lambung, padahal kondisi emosional turut berperan besar dalam memicu keluhan.
Penanganan GERD anxiety harus secara menyeluruh, baik dari sisi fisik maupun mental.
Menjaga pola makan sehat dengan menghindari makanan pedas, asam, berlemak, serta tidak makan terlalu dekat dengan waktu tidur menjadi langkah penting.
Selain itu, penderita agar rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter dan menghindari rokok, alkohol, minuman bersoda, serta berkafein agar gejala refluks asam lambung tidak semakin parah.-***















