Home / Artikel

Sabtu, 26 April 2025 - 15:27 WIB

HIBAH, HEBOH 

koransakti - Penulis

Oleh : DEDI ASIKIN

Koran Sakti.co.id- Jagat Jawa Barat lagi heboh sureboh.

Gunjang ganjing, viral ke mana Mendi

Di kampung Jeung di kota.

Yang jadi pasal tak lain dan tak bukan adalah soal dihapusnya dana hibah Pemprop untuk lembaga keagamaan dan pondok pesantren.

Yang bingung sumrinngung tak hanya orang kampung bau lisung , kiyai yang mimpin pondok pesantren, yang berharap dapat bantuan dana hibah, sekalipun bak puntung rokok yang masih seunweuan (menyala)

Maulana Yusuf Erwinsyah, terkejut bak kesundut puntung rokok yang masih seunweuan.

Anggota komisi DPRD Jawa Barat itu bingung dan tak habis pikir.

Padahal kata dia bantuan dana hibah itu sudah disyahkan dalam APBD 2025.

Besarnya Rp.153.580.381.000,- untuk 371 penerima.

Eh melalui Pergub (KDM) dana itu dipangkas sampai tinggal Rp.9.250.000.000.

Itu hanya untuk dua lembaga saja yang masih akan tetap diberikan. Lembaga Pembinaan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jawa Barat dan yayasan Mathla’ul Anwar di Ciaruteun kecamatan Cibungbulang kabupaten Bogor.

Baca juga :   Jangan Sampai Lupa! Ini Bacaan Niat Puasa Ramadhan (Harian & Sebulan Penuh) Lengkap Arab Latin. Wajib Dibaca Nanti Malam Sebelum Tidur!

Selain menyalahi prosedur kerena tidak konsultasi dulu dengan DPRD, kebijakan itu juga tidak segaris dengan keinginan KDM sendiri yaitu ingin membangun manusia yang bertaqwa.

Jangan lupa kata taqwa itu ranahnya keagamaan, fungsi kuat pondok pesantren. Kok dihapus ?

Lalala bahaya tah Gub, sela Cecep Juhanda dari grup Diskusi Ngadu Bako.

Lalu merasa harengheng ceuli ( berisik telinga) KDM menjawab ocehan Maulana Yusuf Erwinsyah.

Tapi tidak langsung kepadanya atau ke sidang DPRD.

Ia menjelaskan semua itu didepan para inohong dinas Pendidikan dan Kanwil Kemenag Jawa Barat.

Dia bilang itu cuma pemberhentian sementara, tahun ini saja. Pemda Provinsi akan menertibkan metoda penyaluran hibah itu. Dari hasil penelitian terjadi penyaluran itu secara tidak adil. Ada yayasan yang berulang ulang mendapat bantuan, sementara masih banyak yang belum kebagian.

Ada yayasan yang mendapat nominal spektakuler. Milyaran bahkan ada yang sampai Rp. 30 milyar.

Dedi juga bongkar bongkaran, gas pol.

Baca juga :   Kunjungi Jambi, Ini Agenda Ketum IWOI Icang Rahardian

Katanya ada yang buat yayasan palsu untuk dapat bantuan.

Jadi KDM akan menertibkan dulu masalahnya.

Nanti akan minta kepada Kemenag sekolah/madrasah atau pondok pesantren mana yang benar benar perlu dibantu. Kami akan bangunkan dan diserahkan dalam bentuk bangunan kepada yang benar benar memerlukan sehingga tercapai azas guna dan manfaatnya.

Jadi pada prinsipnya Pemda Provinsi akan tetap menyiapkan dana hibah sesuai dengan azas kepentingan dan manfaatnya.

Mudah mudahan hibah yang sempat heboh itu sedikit mengendur pasca penjelasan KDM.

Tapi teman teman saya di grup Diskusi Ngadu Bako meminta yang tak kalah penting KDM juga harus membuat gebrakan sapu koruptor di lingkungan pemerintah provinsi Jawa Barat.

Sebab bukan mustahil dalam proses pembangunan yang dikelola pemdapun ada tikus tikus yang gentayangan.

Bisa saja main sunat harga dan juga manipulasi Mereka sudah ahli dalam hal demikian mah KDM !

Kang Dedi Mulyadi !!!.***

Berita ini 90 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

CERITA YANG UNIK DAN MENARIK SEPUTAR MERAIH PREDIKAT MABRUR

Artikel

LIMA AT, KIAT WARTAWAN HEBAT 

Artikel

PAK KANWIL NYARIS MASUK

Artikel

NGAJI DAN NGEJO

Artikel

PERINTAH IQRO, (MEMBACA), SEBUAH SIMBOL

Artikel

MAFIA DIMANA MANA DARI KOTA SAMPAI DESA

Artikel

Menyingkap Tabir Mistik Nyi Roro Kidul: Antara Mitologi Kuno dan Legenda Raja-Raja Jawa

Artikel

Nilai Perdagangan Indonesia-Rusia 2025: US$ 5 Miliar