Koran Sakti.co.id, Jakarta– Komisi I DPR RI bergerak cepat merespons insiden ledakan hebat yang mengguncang gudang amunisi milik TNI di Garut, Jawa Barat.
Dalam waktu dekat, parlemen berencana memanggil Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak guna meminta penjelasan resmi mengenai kronologi dan tanggung jawab atas peristiwa tersebut.
Ledakan yang terjadi beberapa hari lalu tersebut menelan korban jiwa, termasuk prajurit dan warga sipil, serta merusak rumah penduduk di sekitar lokasi.
Anggota Komisi I DPR menyoroti lemahnya standar pengamanan fasilitas militer serta mempertanyakan alasan keterlibatan warga sipil di area yang seharusnya steril dari akses umum.
“Kami butuh penjelasan komprehensif dari Panglima dan KSAD. Ledakan ini bukan hanya persoalan teknis, tapi menyangkut keamanan nasional dan keselamatan masyarakat sipil,” ujar anggota DPR Fraksi Demokrat, Rizki Natakusumah.
Baca juga:13 Orang Tewas Dalam Ledakan Pemusnahan Amunisi Tidak Layak Pakai di Garut
Selain mendesak evaluasi sistem keamanan gudang amunisi di seluruh Indonesia, DPR juga mempertanyakan SOP evakuasi pascaledakan dan jaminan pemulihan untuk korban terdampak.
Dalam rapat kerja mendatang, DPR menegaskan akan mendorong penyusunan regulasi yang lebih ketat terkait pengelolaan bahan peledak di lingkungan militer.**
Baca juga: 13 Orang Tewas Dalam Ledakan Pemusnahan Amunisi Tidak Layak Pakai di Garut















