Home / Opini / Otomotif

Minggu, 28 Juni 2026 - 13:12 WIB

Dua Perusahaan Otomotif Hijrah ke Vietnam: Saatnya untuk Introspeksi, Bukan Salahkan Investasi

koransakti - Penulis

Dua Perusahaan Otomotif Hijrah ke Vietnam: Saatnya untuk Introspeksi, Bukan Salahkan Investasi

Koransakti.co.id- Santer berita dua perusahaan otomotif akan memindahkan usahanya ke Vietnam. Negeri dengan pertumbuhan ekonomi 8,02 % pada tahun 2025 dan PDB 12.847 triliun Dong atau setara Rp 8.500 triliun. Sudah lama negara Paman Ho (Ho Chi Minh) menjadi primadona investasi perusahaan multinasional.

Beberapa hal yang menyebabkan Vietnam menarik banyak investasi otomotif, terutama mobil listrik, antara lain:

Pertama, kebijakan pemerintah Vietnam sangat progresif mendukung ekosistem penggunaan mobil listrik. Termasuk menargetkan 100 % perkotaan menggunakan mobil listrik.

Kedua, industri otomotif lokal sangat solid dan mampu memproduksi 300.000 unit per tahun dengan pemanfaatan teknologi robot pintar.

Baca juga :   ORANG INDONESIA YANG PERTAMA NAIK HAJI SIAPA ?

Ketiga, perusahaan lokal mampu memasok 60% komponen lokal sehingga perusahaan otomotif dapat menekan biaya produksi dan punya daya saing tinggi.

Bagaimana dengan kita di Indonesia?

Yang jelas ini bukan karena Kementerian Investasi kurang aware. Karena faktor-faktor yang menyebabkan berpindahnya investasi bukan menjadi domain Kementerian Investasi, melainkan berada di bawah instansi teknis lainnya, seperti kebijakan di bidang industri dan teknologi.

Termasuk insentif untuk mobil listrik merupakan kebijakan fiskal yang menjadi domain sektor lain. Demikian juga peningkatan skill karyawan di bidang otomotif menjadi sangat penting dan tak terelakkan: bukan di bawah kendali Kementerian Investasi.

Baca juga :   Sejak Reformasi: Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang Berani "Merombak dan Menata Ulang" BUMN

Kini saatnya semua pihak, di bawah koordinasi Menko Bidang Perekonomian, untuk mengantisipasi dan membuat kebijakan untuk mencegah pindahnya pabrik otomotif ke negara lain. Yang sudah barang tentu akan merugikan kepentingan Indonesia sendiri secara ekonomi.

Semoga langkah cepat dapat segera di ambil sehingga hijrahnya perusahaan otomotif dari Indonesia dapat berhenti. InsyaAllah.

Penulis:

Baca juga: Revolusi Skutik Listrik: Menelisik Spesifikasi Gahar dan Estimasi Harga VinFast Viper 2026

 

Berita ini 28 kali dibaca

Share :

Baca Juga

The Sedan Showdown: 2026 Toyota Camry vs. 2026 Honda Accord Comparison

Otomotif

The Sedan Showdown: 2026 Toyota Camry vs. 2026 Honda Accord Comparison
Kesehatan Perkotaan Tumbuh Hampir 8 % : Tidak berhubungan dengan Kesehatan Rakyat Kecil

Opini

Kesehatan Perkotaan Tumbuh Hampir 8 % : Tidak berhubungan dengan Kesehatan Rakyat Kecil

Otomotif

Saat Miata Bergaya JDM ‘Memakai’ Ukiran Toraja: Inilah Toraja Roadster, Karya Seni di Atas Roda

Otomotif

Kenyamanan Jok Baris Kedua Hyundai Palisade Hybrid Calligraphy, Semewah Ini!

Ekonomi

Pemangkasan Anggaran MBG akan Hemat Rp235 Triliun
Pelajaran dari China: Dua Menteri Dihukum Mati

Opini

Pelajaran dari China: Dua Menteri Dihukum Mati
Dobrak Pasar SUV Listrik: JAECOO J5 2026 Hadir dengan Harga Agresif dan Teknologi Mutakhir

Bisnis

Dobrak Pasar SUV Listrik: JAECOO J5 2026 Hadir dengan Harga Agresif dan Teknologi Mutakhir

Ekonomi

Kabar Mengejutkan! Mobil dan Motor Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak Menurut Aturan Terbaru April 2026