Koran Sakti.co.id- Jangan kaget jika fenomena negeri ini, orang rame rame masuk partai politik.
Parpol itu bak jembatan sirotol Mustaqim yang bisa mengantarkan mereka ke istana. Serendah rendahnya bisa jadi wali kota/bupati, gubernur bahkan presiden. Atau jadi yang terhormat, anggota legislatif.
Gaji gede plus fasilitas dan kesempatan korupsi.
Dengan jabatan itu bisa juga membangun nepotisme. Adik, keponakan, teman dekat, bahkan anak jadi menteri. Serendah rendahnya staf khusus.
Itu yang terjadi sekarang ini.
Masuk penjara ?
Itu masih cuma sial doang.
Banyak koruptor lolos dari jaring hukum. Yang soal , masuk penjara juga enak kok.
Soalnya harta masih tersisa. Tenang saja RUU perampas aset masih macet.
Dengan uang yang sisa bayar denda dan ganti rugi, masih bisa bikin kamar hotel di penjara.
Coba jadi kritikus, risikonya paling cuma diledekin. Risiko yang lebih berat, dikriminalisasi, masuk penjara, gak gablek apa apa, masuk kamar penjara 2 X 1 meter. Mampus.















