Home / Kesehatan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 01:27 WIB

Jangan Abaikan Maag, Bisa Jadi Tanda Gastritis yang Berbahaya

Fadilah - Penulis

Sering Nyeri Ulu Hati? Waspadai Gastritis dan Komplikasinya.

Sering Nyeri Ulu Hati? Waspadai Gastritis dan Komplikasinya.

Koransakti.co.id – Rasa terbakar, nyeri, atau ketidaknyamanan di area ulu hati sering kali dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa.
Namun, keluhan tersebut dapat menjadi tanda gastritis, yaitu peradangan pada lapisan lambung yang memerlukan perhatian lebih serius.

Gastritis terjadi ketika mukosa atau lapisan pelindung lambung mengalami iritasi dan peradangan.

Kondisi ini dapat muncul secara mendadak dalam waktu singkat atau berkembang secara perlahan hingga menjadi kronis.

Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, gastritis berisiko menyebabkan komplikasi seperti tukak lambung, perdarahan saluran cerna, bahkan meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker lambung.

Sejumlah faktor dapat memicu gastritis. Infeksi bakteri Helicobacter pylori menjadi penyebab yang paling utama.

Baca juga :   Prabowo Lantik Jajaran Baru: Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito Resmi Jabat Dirut BPJS Kesehatan

Selain itu, penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid dalam jangka panjang, pola makan yang tidak teratur, konsumsi makanan terlalu pedas atau asam, stres berkepanjangan, kebiasaan merokok, konsumsi minuman beralkohol, hingga gangguan autoimun juga dapat meningkatkan risiko terjadinya peradangan lambung.

Gejala gastritis bervariasi pada setiap orang. Keluhan yang umum meliputi nyeri atau sensasi panas di ulu hati. Selain itu perut terasa penuh atau kembung, sering bersendawa, mual, muntah, dan menurunnya nafsu makan.

Pada kondisi yang lebih berat, penderita dapat mengalami muntah darah atau buang air besar berwarna hitam sebagai tanda adanya perdarahan lambung.

Baca juga :   Hari Jamu Nasional, Upaya Menjaga Tradisi dan Kesehatan Bangsa

Penanganan gastritis umumnya melalui kombinasi perubahan gaya hidup dan terapi medis.

Penderita agar menjaga pola makan yang lebih sehat, menghindari makanan pemicu, serta membatasi konsumsi alkohol dan kafein.
>Sementara itu, dokter dapat memberikan antibiotik untuk mengatasi infeksi H. pylori, obat penekan produksi asam lambung, antasida, maupun obat pelindung lapisan lambung sesuai kebutuhan.

Masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila gejala tidak kunjung membaik atau muncul tanda-tanda bahaya.
Diagnosis dan penanganan sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi serta menjaga kesehatan lambung dalam jangka panjang.-***

Berita ini 31 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Daerah

Kejar Target 6,65 Persen, Bupati Anwar Sadat Desak Semua OPD Turunkan Stunting di Tanjab Barat

Kesehatan

Rekomendasi Makanan untuk Menjaga Hormon Tetap Stabil

Bandung

IKA UNPAD SINERGI VAKSINASI COVID-19 JAWA BARAT SLB NEGERI CICENDO, 26 FEBRUARI 2022
10 Bahan Aktif Skincare Terpopuler 2025 & Manfaatnya (Niacinamide, Retinal, Ceramide)

Gaya Hidup

10 Bahan Aktif Skincare Terpopuler 2025 & Manfaatnya (Niacinamide, Retinal, Ceramide)
Studi Terbaru 2026: Jus Jeruk Ternyata Bisa "Edit" Gen Jantung Jadi Lebih Sehat? Ini Penjelasan Ahli!

Artikel

Studi Terbaru 2026: Jus Jeruk Ternyata Bisa “Edit” Gen Jantung Jadi Lebih Sehat? Ini Penjelasan Ahli!

Bandung

Update Keracunan MBG Bandung Barat: 1.244 Orang Sembuh, 65 Masih Dirawat

Kesehatan

Waspada Penyakit Jantung Turunan, Ini Cara Mencegah Sejak Dini
6 Kebiasaan Malam yang Diam-diam Merusak Ginjal, Nomor 2 Sering Anda Lakukan!

Gaya Hidup

6 Kebiasaan Malam yang Diam-diam Merusak Ginjal, Nomor 2 Sering Anda Lakukan!