koransakti.co.id- Fase puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi resmi berakhir. Jutaan jemaah dari berbagai belahan dunia kini mulai memadati Masjidil Haram untuk melaksanakan Tawaf Wada (tawaf perpisahan) sebelum bertolak meninggalkan Kota Suci Makkah.
Sejak Jumat (29/5/2026) yang bertepatan dengan 12 Zulhijah (Nafar Awal) hingga Sabtu (30/5/2026), area pelataran mataf terus di penuhi jemaah yang melakukan putaran perpisahan. Sebagian jemaah juga masih terlihat menyelesaikan Tawaf Ifadah dan Sai di tengah cuaca panas Makkah dengan mengandalkan payung pelindung.
Pemerintah Arab Saudi secara resmi mengumumkan keberhasilan total atas penyelenggaraan haji tahun ini. Wakil Gubernur Wilayah Makkah, Pangeran Saud bin Mishaal bin Abdulaziz, menegaskan bahwa seluruh rangkaian ibadah di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Keberhasilan mengelola lebih dari 1,7 juta jemaah dari 166 negara ini membuktikan kembali efisiensi manajemen logistik dan keamanan otoritas setempat.
Pergerakan Jemaah dan Jadwal Kepulangan Indonesia
Setelah menyelesaikan seluruh prosesi, pergerakan jemaah kini terbagi menjadi dua jalur utama:
Kembali ke Negara Asal: Jemaah langsung bergerak menuju bandara keberangkatan di Jeddah.
Bergeser ke Madinah: Jemaah gelombang kedua mulai memasuki Kota Madinah untuk melaksanakan ibadah di Masjid Nabawi yang berjarak sekitar 450 km dari Makkah.
Bagi jemaah haji reguler asal Indonesia, Kementerian Agama akan memulai proses pemulangan gelombang pertama secara bertahap pada 1 Juni 2026 melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. Sementara itu, jemaah gelombang kedua akan mulai bergeser ke Madinah secara berkala sembari menunggu jadwal terbang kembali ke Tanah Air. (*)
Baca juga: Catat! 8 Lokasi Paling Makbul untuk Berdoa di Tanah Suci Saat Ibadah Haji
Menelusuri Sejarah Padang Arafah: Tempat Pertemuan Nabi Adam dan Puncak Haji















