Home / Daerah / Ekonomi / Kerinci / Pangan

Sabtu, 13 September 2025 - 20:21 WIB

Kisah Kulit Manis Kerinci: ‘Emas Coklat’ Beraroma Surga dari Kaki Gunung

koransakti - Penulis

SUNGAI PENUH (KORANSAKTI) – Saat nama Kerinci disebut, kopi dan teh mungkin menjadi hal pertama yang terlintas di benak banyak orang. Namun, ada satu lagi harta karun agraris dari dataran tinggi Jambi ini yang kualitasnya diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia: Kulit Manis atau Kayu Manis (Cinnamomum burmannii).

Jauh sebelum kopinya menjadi primadona, aroma manis dan hangat dari kulit kayu ini telah menjadi denyut nadi perekonomian bagi ribuan petani di Kerinci. Ini adalah kisah tentang “emas coklat” yang menjadi kebanggaan dan warisan turun-temurun.

Apa yang Membuat Kulit Manis Kerinci Berbeda?

Tidak semua kayu manis diciptakan sama. Kulit Manis Kerinci memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya sangat diburu di pasar internasional. Perbedaannya terletak pada kualitas fisiknya yang superior.

Kulit Manis Kerinci dikenal memiliki kulit yang lebih tebal, warna coklat kemerahan yang lebih pekat, dan yang terpenting, kandungan minyak atsiri yang sangat tinggi. Kandungan minyak inilah yang menghasilkan aroma manis-pedas yang jauh lebih intens dan tahan lama dibandingkan kayu manis dari daerah lain.

Baca juga :   Kenduri Sko 4 Desa Sungai Abu, Wujud Syukur dan Pelestarian Adat Leluhur

Rahasia dari Kesuburan Tanah Vulkanik

Sama seperti kopi dan teh, rahasia di balik kualitas premium Kulit Manis Kerinci berasal dari tanah tempatnya tumbuh. Pohon-pohon cassiavera ini tumbuh subur di lereng-lereng perbukitan yang mengelilingi Gunung Kerinci.

Tanah vulkanik yang kaya akan mineral memberikan nutrisi esensial yang sempurna bagi pertumbuhan pohon. Dipadukan dengan iklim dataran tinggi yang sejuk, kondisi ini menciptakan lingkungan ideal yang menghasilkan kulit kayu dengan kualitas dan aroma terbaik.

Perjalanan Penuh Kesabaran dari Hutan ke Rumah Anda

Di balik setiap batang kulit manis yang Anda gunakan, ada sebuah proses panjang yang penuh dengan kesabaran dan kearifan lokal. Para petani Kerinci biasanya memanen pohon yang sudah berusia belasan hingga puluhan tahun untuk mendapatkan kulit dengan kualitas terbaik.

Baca juga :   Pemkab Kerinci Serahkan Aset Pinjam Pakai Ke Pemkot

Batang pohon dikuliti dengan hati-hati, kemudian dijemur di bawah sinar matahari selama berhari-hari. Proses pengeringan inilah yang akan menggulungkan kulit kayu secara alami dan mengunci aroma khasnya. Dari tangan-tangan terampil para petani inilah, Kulit Manis Kerinci memulai perjalanannya, melintasi samudera untuk menjadi bumbu di berbagai masakan dan minuman di seluruh dunia.

Kulit Manis Kerinci adalah bukti nyata betapa kaya dan suburnya tanah Sakti Alam Kerinci. Ia bukan hanya sekadar komoditas, melainkan juga warisan budaya dan simbol kerja keras yang mengharumkan nama daerah di panggung dunia.

Berita ini 61 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Advetorial

Wako Ahmadi Hadiri Tasyakur Milad Ke- 27 PC.BKMT Kecamatan Sungai Penuh

Daerah

Polda Sumbar Gagalkan Perdagangan 24,2 Kg Sisik Trenggiling, Bisa Jadi Bahan Sabu

Ekonomi

Gaji PNS dan PPPK Cair Awal Oktober 2025, Bagaimana dengan Kenaikan Gaji?

Advetorial

Tim Safari Pemkot, Wako Ahmadi Sampaikan Program Pembangunan Tahun 2022

Advetorial

Camat Pesisir Bukit Dani Warman Gas Full Kinerja Pegawai Untuk Kemajuan Wilayahnya 

Advetorial

Siswi Kembar SMKN 4 Sungai Penuh Sabet Medali Emas

Sungai Penuh

Safari Ramadhan Di Masjid Raya Rawang, Wako Serahkan Bantuan Dana CSR Bank Jambi 10 Juta.

Advetorial

Semarak Pelaksanaan MTQ Ke-51 Tingkat Provinsi Jambi di Kota Sungai Penuh