Home / Kriminal

Sabtu, 22 November 2025 - 19:19 WIB

Operasi Satgas PKH Kembali Bongkar Persembunyian Alat Berat di Hutan Lindung

koransakti - Penulis

koransakti.co.id, Lubuk Besar- Operasi penertiban tambang ilegal di kawasan hutan kembali menunjukkan hasil signifikan. Tim Satuan Tugas Pengamanan Kawasan Hutan (Satgas PKH) Korwil Bangka Belitung berhasil mengamankan *sembilan unit excavator* yang beroperasi secara sembunyi di Hutan Nadi dan Sarang Ikan, Kecamatan Lubuk Besar, pada Kamis (21/11). Dengan penambahan ini, total alat berat yang telah disita Satgas mencapai *32 unit* dalam rangkaian operasi sejak awal penertiban dilakukan.

Sembilan excavator dari berbagai merek itu ditemukan dalam kondisi sengaja disembunyikan jauh di dalam hutan, diduga untuk mengelabui pantauan petugas.

Selain alat berat, Satgas turut mengamankan *mesin penyedot pasir dan air* yang digunakan untuk mendukung aktivitas pertambangan ilegal di lokasi tersebut.

Langkah terbaru ini merupakan pengembangan dari pemeriksaan sejumlah saksi pada kasus sebelumnya.

Informasi yang didapatkan mengarah pada lokasi baru sekaligus mengungkap modus operandi yang semakin canggih. Dari serangkaian pendalaman, Satgas kini mengarah pada seorang terduga pemilik alat berat berinisial *TY*, warga Desa Perlang.

Baca juga :   Dugaan Money Politik dalam Pilkades Pungut Mudik, Tim Sukses Cakades Ditahan Polisi

Namun, tim memastikan bahwa upaya penelusuran belum berhenti. Jaringan pelaku dan kemungkinan keterlibatan pihak lain terus didalami untuk mengungkap keseluruhan alur operasi tambang ilegal tersebut.

Aktivitas tambang liar di kawasan hutan lindung menjadi ancaman serius bagi kelestarian alam. Pengerukan tanah tanpa izin merusak struktur tanah, meningkatkan risiko erosi, menimbulkan pencemaran aliran sungai, serta meninggalkan lubang-lubang tambang tanpa reklamasi.

Kondisi ini dapat mengakibatkan kerusakan jangka panjang. Pemulihan ekosistem diperkirakan memakan waktu *10 hingga 20 tahun*, dengan biaya sangat besar dan risiko kerusakan permanen yang sulit dipulihkan.

Baca juga :   HARGA MELONJAK, PETANI KEBUN KOPI DI KERINCI SUNGAI PENUH RENTAN PENCURIAN . 

Pihak Satgas PKH menegaskan bahwa operasi ini tidak akan berhenti pada temuan terbaru. Penertiban akan terus dilanjutkan sesuai amanat *Perpres Nomor 5 Tahun 2025*, yang menekankan perlindungan kawasan hutan negara dan penindakan tegas terhadap aktivitas yang berpotensi merugikan lingkungan dan menimbulkan kebocoran pendapatan negara dari sektor pertambangan.

Langkah tegas ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi para pelaku tambang ilegal di Bangka Belitung, sekaligus menunjukkan komitmen negara dalam menjaga hutan sebagai aset ekologis yang vital bagi keberlanjutan masa depan daerah dan bangsa. (KBO Babel)

Berita ini 24 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kriminal

PELAKU PEMANAHAN TERHADAP SEORANG PELAJAR SMP DI SUNGAI PENUH BELUM JUGA DITEMUKAN

Daerah

Buntut Demo Ricuh, Polisi Madiun Beri Waktu Penjarah Kembalikan Barang Curian

Breaking news

Buntut Demo Anarkis di Jakarta, Polisi Tetapkan 43 Tersangka, 38 Ditahan

Daerah

Pertamina Gagalkan Pencurian Minyak di Muaro Jambi, Pelaku Ditangkap

Hukum

Penipuan Kontrakan Bodong di Bekasi Rugikan 63 Korban Hingga Rp 7 Miliar

Hukum

Kejagung Tetapkan Mantan Mendikbud Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Chromebook

Kriminal

Patroli Reskrim Polsek Pinang Amankan Pelaku Modus Transaksi COD, Ancam Korban dengan Sebilah Golok

Kriminal

Ketua PWI Bangka Tuntut Kejelasan Kasus OTT Wartawan, Soroti Pelanggaran Etik Jurnalistik