Koransakti.co.id – Jutaan penderita kanker payudara berpotensi menghindari kemoterapi berkat tes genomik baru yang mampu menentukan kebutuhan pengobatan secara lebih tepat.
Temuan ini dapat mengubah cara penanganan penderita kanker payudara di masa depan.
Melalui uji klinis internasional Optima yang melibatkan lebih dari 4.400 pasien, para peneliti menguji tes genomik Prosigna untuk menilai risiko kekambuhan kanker berdasarkan analisis 50 gen pada jaringan tumor.
Hasilnya, pasien dengan risiko rendah cukup menjalani terapi hormon tanpa kemoterapi, sementara pasien berisiko tinggi tetap mendapatkan kedua jenis terapi tersebut.
BACA JUGA: Rahasia Kulit Kencang: Tips Alami dan Tren Perawatan Wajah Masa Kini
Penelitian menunjukkan tingkat keberhasilan pengobatan terhadap pasien hampir sama.
Setelah lima tahun, 95% pasien yang menjalani kemoterapi dan terapi hormon tetap bebas kanker. Jika dibandingkan, hanya 94% pada pasien yang menerima terapi hormon.
Temuan ini menunjukkan bahwa banyak pasien kanker payudara berisiko rendah dapat menghindari kemoterapi beserta efek sampingnya tanpa mengurangi peluang kesembuhan.
Para peneliti menilai langkah ini menjadi kemajuan penting menuju pengobatan yang lebih personal dan efektif.-***















