Oleh: DEDI ASIKIN
Koran Sakti.co.id- Ada banyak orang merasa Allah terlalu lunak menghadapi bangsa Israel. Tidak sebanding dengan onar yang dibuatnya. Nyaris tak terbilang korban yang terjadi. Kementerian kesehatan Palestina melaporkan selama 7 bulan genosida atas jalur Gaza yang berlangsung mulai 17 Oktober 2023 korban mencapai 57.600 tentara Hamas tewas serta 169 ribu dirawat dan sebagian lagi meninggal kerena traumatis di rumah sakit. Upaya melarai mereka nyaris sia sia.
Gencatan senjata tak berlangsung lama. Kekerasan kepala dan kesombongan yang ditunjukan perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu makin menebalkan kesan Allah tidak memberi sanksi dan tindakan tegas terhadap kebrutalan bangsa Israel. Mereka semakin kejam dan dhalim.
Sebuah pertanyaan yang panjang membentang nyaris tidak menemukan jawaban. Kenapa bangsa Israel itu tidak dibinasakan saja. Seraya mengingat alur sejarah. Dahulu kala, setidaknya ada 12 bangsa atau kaum yang telah dibinasakan.
Salah satu yang termasuk legend dan historical adalah kaum nabi Nuh. Nabi Nuh itu berdakwah selama 950 tahun. Tetapi hanya 80 orang yang berhasil dibina dan taat kepada Allah.
Rencana Allah untuk membinasakan kaum Nuh itu dimulai dengan perintah agar Nuh membuat sebuah kapal raksasa. Dan itulah yang terjadi, banjir besar melumat hampir seluruh ummat nabi Nuh, termasuk anak dan isteri beliau. Dalam sejarah kebudayaan Islam banjir era Nabi Nuh dipelajarkan dan sangat dipahami. Banjir era nabi Nuh juga merusak bagian terbesar Ka’bah atau Baitullah di kota Mekkah. Kerusakan Ka’bah itu direnovasi oleh nabi Ibrahim dan puteranya Ismail, atas perintah Allah.
Bangsa tau kaum berikut yang dibinasakan adalah bangsa atau kaum Ad. Kaum ini adalah ummat nabi Hud. Kerena pembangkangan ya , mereka dibinasakan dengan angin kencang dan guruh yang menggelegar dan timbunan pasir yang mengubur mereka sampai punah (QS At Taubah 70).
Kaum Tsamud.
Ummat nabi Saleh itu telah membunuh unta betina yang merupakan mukjizat nabi Saleh.
Allahpun membinasakan mereka (QS Hud 68 dan Qaaf 12)
Ummat nabi Luth
Mereka menganut pernikahan sejenis (homosex dan lesbian). Allah membinasakan mereka dengan gempa bumi, angin kencang dan hujan batu. (QS Al Furqon 38 dan Qaaf 12).
Ummat nabi Syuaib (QS Shad 13 dan Qaaf 14).
Fir’aun Ditenggelamkan di Laut Merah dengan mukjizat tongkat nabi Musa (QS Al Baqarah 50 dan Yunus 92)
Kaum Alqoriyah, mendustakan Rasul rosul yang diutus , dan mereka dimusnahkan Allah (QS Yasin 13) Kaum Tubba.
Mereka kafir dan menolak Allah. Lalu Allah memusnahkan mereka (Addhukham31) dan Kaum as Sabba.
Kerena pembangkangan ummat nabi Sulaiman itu dimusnahkan dengan banjir besar (QS as Sabba 15/19).
Tarik ulur dan ketidak tegasan Allah kepada bangsa Israel itu disebut Sultan Shahid teman saya di grup Diskusi Ngadu Bako sebagai gaya pukul dan rangkul.
Gaya ini kata dia hampir identik dengan gaya bertinju Mohammad Ali , pukul dan mundur (hit and run).
Dalam dunia perdagangan ada pula istilah hit and run. istilah hit and run itu mengandung makna tipu daya atau kebohongan.
Syahid mencontohkan gaya pukul dan rangkul Allah. Salah satunya ketika bani Israil pulang dari Mesir ( sekira tahunb1350 SM) , lantaran menolak perintah nabi Musa berperang melawan suku Kan’an yang menduduki tanah Arab, Allah menghukum Bani Israil itu dikurung ( tidak boleh ) keluar dari gurun Sinai selama 40 tahun. Tapi ketika mereka menderita kepanasan kerena terik matahari, Allah menolong mereka dengan mengarak awan yang melindungi langit sekitar gurun Sinai.
Begitupun ketika mereka kelaparan,Allah mengirim bahan makanan yang disebut manna dan salwa sejenis madu yang nempel di pepohonan.
Allah memang memukul ketika mereka berbuat dosa. Tapi kemudian Allah merangkul lagi ketika mereka menderita. Beribu-ribu tahun mereka berbuat dosa, tapi Allah cuma memukul, alih alih membinasakan seperti bangsa lain sebelumnya.
Ini sebuah misteri, teka teki yang belum terjawab secara tuntas, jelas dan menghapus rasa iri dan cemburu hati .***















