Oleh : DEDI ASIKIN
Koran Sakti.co.id, Tasikmalaya- Tak ada waktu jeda, apapula leha leha.
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yaqin dan wakilnya Asep Sofari Al Ayubi, harus segera tancap gas, gaspol malah.
Sejumlah infrastruktur (jalan) rusak berat, amat berat. Diluar takaran normal.
Ada yang sudah berubah jadi sawah malah.
Kemarin viral, ada ruas jalan ( desa cidadap dan Sarimukti- kecamatan Karangnunggal) yang sudah rusak -sak-sak.
Katanya sudah 32 tahun, itu jalan tak tersentuh perbaikan. Silahkan dibayang bayang, kaya apa itu jalan. Berarti hampir 7 bupati, matanya katarak, telinganya torek tak mendengar atau membaca laporan, dari staf bahkan juga dari rakyat.
Bupati Cecep pasti tahu itu.
Tapi dia boleh berdalih, waktu satu periode kemarin dia hanya wakil. Kendali berada pada pak supir (Ade Sugianto). Sebagai kenek dia hanya bisa kasih aba aba, kiri kalau mau berhenti atau, jalan jika pak supir boleh injak pedal gas.
Dan itu sebabnya dalam pilkada, bareng bareng (tahun 2024) Cecep nyalon sendiri. Itupun, ni kata CNY sendiri, keputusan nyalon itu datang dari DPP (PPP) bukan keinginan langsung dirinya sendiri.
Masih kata CNY , DPP melihat kinerja Ade Sugianto, tidak optimal. DPP partai Ka’bah itu tahu banyak jalan ancur lebur. Juga ada janji membangun rumah sakit daerah (type D) di 4 kecamatan (Karangnunggal, Singaparna, Manonjaya dan Ciawi) tak terwujud. Baru satu yang berhasil dibangun (Singaparna) . Itupun RSUD yang sekarang bernama Rumah Sakit Zaenal Mustofa itu dibangun mulai zaman bupati Tatang Farhanul Hakim dan dilanjut bupati Uu Ruzanul Uum. Jadi tak ada tangan AS disitu.
Nah , Cecep yang Nurul dan Yaqin tahu semua itu.
Sebagai supir dia tahu semua itu.
Kerena itu dia harus siapkan kendaraan dalam kondisi prima. Dia harus poolgas, tapi juga harus didukung rem yang cakram.
Ia juga harus gunakan kaca spion dan dengar teriakan Asep Sofari Al Ayubi sebagai kenek.
Juga tak kalah penting adalah teriakan dari rakyat.
Jangan biarkan suara mereka serak lantaran berteriak. Apalagi turun kejalan, demo, sampai sampai polisi harus menembakan watercanon atau gas air mata.
CNY dan AS juga harus dengar petatah Petitih gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi,waktu melantik mereka ( cuma beduo) 4 Juni kemarin.
Pasangan Cecep Asep itu mengalami jala terjal. Mereka satu satunya pasangan calon kepala daerah di Jawa Barat yang harus melalui PS (Pemungutan Suara Ulang), berdasar putusan MK.
Bapa aing (KDM) itu’berpesan , bupati harus tampil paling depan.
Kalau gubernur masuk gorong gorong , bupati kemana. Kalau gubernur ikut mungutin sampah, bupati kenapa. Banyak sekali petuah KDM. Semua bercontoh pada apa yang dia lakukannya selama ini. Semua untuk kepentingan rakyat.
Kalau bupati sigap maka mereka juga akan diteriaki bapa aing.
Cecep harus tetap ingat bali geusan ngajadi. Dia brojol kemuka bumi ini di Pancatengah. Kecamatan itu sekarang masuk dalam Calon Daerah Otonom Baru (CDOB).
Dan itu jalan yang 32 tahun tak mencium bau mesin stum itu, ada di kecamatan Karangnunggal wilayah Tasikmalaya Selatan.
Mulailah dari sana . Pastilah rakyat berteriak Cecep bupati aing.
Jadi tak perlu lagi KMD yang turun.
Semua pejabat itu bapak rakyat, bapa aing.
Bagi kabupaten Tasikmalaya masa harus KMD pula yang turun ?
Cecep Asep cukuplah.
Mereka harus berpegang pada prinsip, dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat.
Jangan jadi manusia elit ditengah ekonomi yang mencekik.
Jangan ada lagi pemeo bupati kaya raya rakyat tetap sengsara.
Jadilah semua bapa aing.***















