Home / Agama / Internasional / Konflik / Politik

Minggu, 14 September 2025 - 22:16 WIB

Teror Kepala Babi di Masjid-masjid Paris, Prancis Curigai Intervensi Rusia

koransakti - Penulis

Grafiti tangan merah yang dilukis di Tembok Peringatan Holocaust di Paris pada Mei 2024. Otoritas Prancis mencurigai Rusia berada di balik aksi provokatif ini. (Sumber: Antonin Utz/AFP/Getty Images)

Grafiti tangan merah yang dilukis di Tembok Peringatan Holocaust di Paris pada Mei 2024. Otoritas Prancis mencurigai Rusia berada di balik aksi provokatif ini. (Sumber: Antonin Utz/AFP/Getty Images)

PARIS, PRANCIS (KORANSAKTI) – Serangkaian aksi provokatif yang menargetkan tempat ibadah mengguncang Paris. Sembilan masjid di sekitar ibu kota Prancis menjadi sasaran peletakan potongan kepala babi pada malam hari tanggal 8 September 2025. Insiden ini memicu kecurigaan kuat dari otoritas Prancis terhadap adanya campur tangan asing.

Kepolisian dan kejaksaan Paris kini sedang menyelidiki kemungkinan kejahatan kebencian ini disponsori oleh negara asing, dengan Rusia sebagai salah satu pihak yang dicurigai.

 

Pelaku Diduga Warga Asing yang Telah Kabur

Menurut Kepala Polisi Paris, Laurent Nunez, rekaman CCTV menunjukkan dua pria yang bertanggung jawab atas aksi tersebut. Keduanya teridentifikasi sebagai warga negara asing dan dilaporkan telah meninggalkan Prancis setelah melakukan aksinya.

“Tindakan ini memiliki niat yang jelas untuk menimbulkan keresahan di dalam negeri,” bunyi pernyataan dari kantor kejaksaan Paris, Kamis (11/9).

Baca juga :   Brigjen Purn Ismi Purnawan Mundur dari Pilkada: Politik Kita Butuh Etika, Bukan Transaksi

Jejak pelaku terlacak dari seorang peternak di Normandia yang menjual sekitar 10 kepala babi kepada dua orang asing dengan mobil berpelat nomor Serbia. Peternak tersebut curiga karena mereka tidak menggunakan pendingin dan langsung melapor ke pihak berwenang.

 

Pola Serupa dengan Insiden Sebelumnya

Insiden kepala babi ini memiliki kemiripan yang mencolok dengan serangkaian aksi kebencian lain yang terjadi di Prancis sebelumnya. Pihak berwenang melihat adanya pola di mana pelaku adalah orang asing yang diduga dibayar untuk memicu ketegangan.

  • Mei 2024: Tiga warga Bulgaria diduga melukis grafiti tangan merah di Tembok Peringatan Holocaust di Paris. Kejaksaan menuding Rusia berada di balik aksi ini.
  • Oktober 2023: Puluhan grafiti Bintang Daud dicat di berbagai bangunan di Paris. Seorang pria Moldova yang diduga menjadi dalangnya ditangkap, dengan kemungkinan adanya hubungan dengan Rusia.
Baca juga :   Ditahan 8 Bulan, Pasangan Lansia Inggris Dibebaskan Taliban dan Bertemu Kembali dengan Keluarga

Sebuah sumber intelijen pertahanan Prancis mengatakan kepada CNN bahwa aksi-aksi ini adalah “manuver dari kelompok pro-Rusia.”

 

Upaya Memecah Belah Masyarakat

Kepala Polisi Paris, Nunez, menegaskan bahwa tujuan utama di balik serangkaian provokasi ini adalah untuk memecah belah masyarakat Prancis. “Tujuannya adalah untuk mengipasi api perpecahan,” katanya.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Prancis dan Rusia, terutama karena dukungan kuat Presiden Emmanuel Macron terhadap Ukraina. Di saat yang sama, Prancis juga sedang menghadapi lonjakan aksi Islamofobia dan anti-Semitisme di dalam negeri.

Berita ini 35 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Politik

Ribuan Massa Pendukung AZFER Hadiri Kampanye di Pendung Hiang

Internasional

Isyarat Kuat Katia Aveiro: Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal

Daerah

Paslon Merdeka Latih 350 Saksi, Siap Kawal Suara di Pilkada Ulang Pangkalpinang 2025

Politik

PERKUAT PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT ADAT PADA PILKADA KERINCI.

Internasional

Laporan WHO/UNICEF: Miliaran Orang Masih Dilayani Faskes Tanpa Air Bersih dan Listrik

Politik

Foto Editan Ahmadi Zubir dituding Nikah Siri Beredar

Internasional

PM Spanyol Serukan Israel Dilarang Ikut Kompetisi Olahraga Internasional

Politik

Orasi Alfin Blunder!! Ahmadi Zubir Dinilai Jauh Lebih Berkelas