Tuntutlah Ilmu sampai ke Negeri China
koransakti.co.id- Ada dua hadis yang menjadi perdebatan di kalangan Ulama, Syaikhul Islam, dan Mujtahid. Tuntutlah Ilmu sampai ke Negeri China. dan hadist “Sesungguhnya Byzantium (Konstantinopel) pasti akan di taklukkan”.
Terlepas dari adanya perdebatan hadist tersebut, namun realitanya kini Byzantium, ibu kotanya dulu Konstantinopel, sudah di taklukkan Sultan Muhammad Al Fatih pada tanggal 29 Mei 1453 dan sekarang menjadi Kota Metropolis Istanbul di bawah Negara Turkiye.
Sedangkan China telah menjadi tempat pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan seperti di Universitas Tsinghua, Universitas Peking yang menjadi core kemajuan inovasi teknologi dan riset tingkat dunia di China.
Setiap tahun universitas terkemuka ini menerima sekitar 4000 mahasiswa dari lebih 130 negara termasuk dari Arab Saudi, Iran, dan Indonesia.
Sejak Deng Xiaoping menggelar Revolusi “Gaige Kaifang” atau Revolusi dan Keterbukaan melalui keputusan Sidang Pleno Partai pada 18 Desember 1978, China menjelma menjadi Kekuatan Ekonomi Terbesar di Dunia bersama Amerika Serikat.
Produk China mendunia mulai dari kendaraan listrik, peralatan digital, robotika, produk garmen, pesawat tempur, bahkan sajadah dan tasbih yang banyak di jual di Mekkah dan Madinah hampir semua buatan China.
Dengan kekuatan ekonomi dan militer yang besar, China menjadi negara sangat berpengaruh secara global. Satu-satu negara besar yang di kunjungi oleh 2 pemimpin besar dalam jarak waktu satu minggu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Mei 2026.
Sebagai negara besar pengaruh, China bukan saja di bidang militer dan ekonomi tapi juga efisiensi teknologi. Jerman sebagai produsen mobil terkenal seperti Mercedes-Benz, BMW, VW, Audi.
Pada saat para CEO-nya berkunjung ke China Februari 2026 melalui CEO VW Oliver Blume antara lain mengatakan, “Industri mobil China bergerak sangat sistematis, terencana dengan prioritas yang jelas sehingga otomotif Jerman harus belajar pendekatan tersebut dan Eropa tertinggal jauh dalam hal teknologi baterai kendaraan listrik.”
Itulah bukti kebenaran mengapa perlu berkunjung dan belajar menuntut ilmu sampai ke negeri China.
“Zhongguo jiayou”
Penulis:
Baca juga:
Pelajaran dari China: Dua Menteri Dihukum Mati















