Home / Artikel

Kamis, 7 Agustus 2025 - 18:22 WIB

DARI RENGASDENGKLOK MENUJU PINTU GERBANG 

koransakti - Penulis

Oleh :DEDI ASIKIN

Koran Sakti.co.id- Banyak orang, bahkan pelajaran sejarah menyebut bahwa drama Rengasdengklok tanggal 16 Agustus 1945 sebagai penculikan terhadap dua ikon perjuangan Soekarno Hatta.

Tapi (mantan) Daidancho Singgih berusaha meluruskan.

Kepada wartawan senior Mahbub Djunaidi (1975) dia menyebut adagium itu terlalu didramatisir.

Yang benar katanya mengamankan kedua tokoh itu dari jamahan fisik dan pengaruh Jepang. Soalnya tentara Dai Nippon itu masih berusaha mempertahankan hegemoni kekuasaan. Padahal kami para pejuang muda sudah tahu bahwa tanggal 2 Agustus Hiroshima dan Nagasaki telah luluh lantak dihehentak bom (perdana) atom Amerika Serikat. Kaisar Hirohito memang baru menyatakan kekalahan tanggal 14 Agustus.

Pejuang muda Sutan Sjahrir mendengar peristiwa Hiroshima dan Nagasaki itu dari siaran radio. Lalu secara getok tular berita itu sampai kepada para pejuang muda lain.

Para pejuang muda ingin momen kekalahan Jepang dimanfaatkan untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Tetapi mereka berbeda pandang dengan para pejuang senior khususnya bung Karno dan bung Hatta. Mereka itu bersikap melihat perkembangan dulu, akan membawa merapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, PPKI dan tetap menunggu janji saudara tua yang akan menghadiahkan kemerdekaan

Baca juga :   Kemenko Polkam: Kemerdekaan Pers Pilar Penting Demokrasi 

Diluar konfirmasi Singgih kepada Mahbub Djunaidi, saya menemukan sebuah buku tua dari lemari penyimpanan buku di rumah. Buku itu ditulis Adam Malik tahun 1950. Saya lebih percaya kepada tulisan Adam Malik.

Pertama dia juga salah seorang pelaku sejarah. Keduanya sebagai seorang wartawan tentu dia menulis dalam bingkai kode etik profesi.

Ini cerita Adam Malik :

Tanggal 15 Agustus diadakan rapat para pemuda di ruang belakang gedung laboratorium Jl. Pegangsaan Timur.

Hadir Chairul Saleh, Darwis, Djohan Noor Soebadio, Adam Malik, Aidit , Soebianto, Margiono, Soenjoto, Abu Bakar, Soedewo.

Menyusul kemudian Wikana dan Armansyah.

Rapat dipimpin Chairul Saleh.

Beberapa keputusan :

– Kemerdekaan saatnya diproklamasikan. Itu merupakan persoalan internal bangsa Indonesia,

– Ajak bung Karno dan bung Hatta bicara untuk yang terakhir kali,

– Hentikan hubungan dengan Jepang. Lupakan kemerdekaan sebagai hadiah . Cuma akan jadi perolokan dunia

– Wikana dan Darwis diutus menemui Bung Karno dan bung Hatta.

– Djohan Noor ditugasi menyiapkan para pemuda,

– Pertemuan lagi malem hari untuk mendengarkan laporan Wikana dan Darwis.

Masih dari buku Adam :

Jam 20.00 Wikana menemui dua Bung (bung Karno dan bung Hatta) di rumah bung Karno Jl Pegangsaan Timur 56 Bergabung kemudian Dr. Boentaran.

Baca juga :   Khasiat Pucuk Daun Jambu Biji untuk Kesehatan

Kerena tidak ada kata sepakat, jam 23.00 Wikana pulang dengan perasaan gondok.

Jam 24.00 rapat kembali di jl.cikini 71.

Keputusan jam 01.00 :

– Proklamasi harus dinyatakan atas nama rakyat dan bangsa Indonesia,

– Bung bung ( Soekarno Hatta) dibawa/ diamankan keluar kota yang dikuasai PETA.

– Singgih ditugasi melaksanakan rencana itu

Yang kemudian terjadi, subuh tanggal 16 Agustus, Singgih membawa bung bung disertai ibu Fatmawati dan bayi Guntur ke Rengasdengklok, tiba siang hari.

Mereka ditempatkan disebuah rumah milik orang Cina bernama DjiauwKie Siong di kampung Bojong.

Sore hari datang Wikana dan Soebadio.

Setelah bertemu bung Karno dan bung Hatta Wikana menjamin Proklamasi akan dilakukan di Jakarta 17 Agustus.

Tembak kepala saya kalau tidak benar, seraya meminta agar kedua tokoh itu dibawa lagi ke Jakarta.

Dan yang terjadi kemudian

Hari Jumat bulan puasa tanggal 17 Agustus 1945 proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan kedua bung bung itu.

Dari Rengasdengklok kita mengantar bangsa Indonesia ke pintu gerbang ( kemerdekaan)

Berita ini 55 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

LEBARAN, WUJUD KASIH SAYANG 

Artikel

Pat Gulipat Perusahaan Sawit Besar Mengakali Negara: Dari Hutan sampai Singapura

Artikel

Merawat Pembangunan Berkelanjutan dan Peran Golkar di Tengah Perubahan
Awas Kebablasan Mentang-mentang Besok Libur! Cek Jadwal Imsak & Subuh Sabtu 21 Februari 2026 (Jabodetabek). Pasang Alarm Sekarang!

Agama

Awas Kebablasan Mentang-mentang Besok Libur! Cek Jadwal Imsak & Subuh Sabtu 21 Februari 2026 (Jabodetabek). Pasang Alarm Sekarang!
Review & Cara Dapat Uang dari Fizzo Novel 2025: Baca Cerita, Cair ke DANA (Terbukti Membayar)

Artikel

Review Fizzo Novel 2026: Hobi Baca Cerita Cinta & Horor, Dibayar Saldo DANA (Cuan Paling Santai!)

Artikel

Beirut : “Paris Timur Tengah” dan Kondisinya Kini

Artikel

MIMPI DAN MATI SAMA SAMA MISTERI

Artikel

Terkumpul Hingga Miliaran, Lazisnu Kabupaten Bandung Diarahkan Mencontoh Lazisnu Kabupaten Cilacap