Home / Artikel / Lingkungan / Sains

Jumat, 12 September 2025 - 21:04 WIB

Mengapa Aroma Hujan di Tanah Kering Begitu Khas dan Menenangkan? Ini Jawabannya

koransakti - Penulis

JAKARTA (KORANSAKTI) – Ada sebuah aroma yang sangat akrab bagi kita semua: bau khas yang menguar dari tanah saat tetesan air hujan pertama kali jatuh setelah periode kemarau yang panjang. Aroma ini seringkali terasa begitu segar, alami, dan anehnya, menenangkan.

Banyak yang mengira itu hanyalah bau tanah basah biasa. Namun, di balik aroma yang membangkitkan kenangan itu, ada sebuah proses kimia dan biologi yang kompleks dan menarik. Fenomena ini bahkan memiliki nama ilmiahnya sendiri.

Perkenalkan, ‘Petrichor’

Pada tahun 1964, dua orang ilmuwan Australia meneliti fenomena ini dan memberinya nama “Petrichor”. Nama ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu petra yang berarti batu, dan ichor yang dalam mitologi Yunani adalah darah para dewa.

Jadi, petrichor adalah istilah ilmiah untuk aroma tanah yang timbul saat hujan turun setelah cuaca kering yang panjang. Aroma ini bukanlah berasal dari air hujannya sendiri, melainkan dari kombinasi beberapa senyawa yang dilepaskan ke udara.

Baca juga :   Koran & Tarbiyah Santri

Tiga Komponen Utama di Balik Aroma Hujan

Aroma petrichor yang kita hirup sebenarnya adalah campuran dari tiga sumber utama.

  1. Minyak dari Tumbuhan: Selama musim kemarau, banyak tumbuhan mengeluarkan sejenis minyak esensial yang kemudian diserap oleh tanah dan bebatuan di sekitarnya. Saat hujan turun, air akan bereaksi dengan minyak ini dan melepaskannya ke udara dalam bentuk partikel-partikel kecil. Inilah sumber utama dari aroma yang segar dan alami.
  2. Bakteri Bernama Geosmin: Di dalam tanah, hidup sejenis bakteri bernama Actinobacteria. Bakteri ini menghasilkan senyawa organik yang disebut geosmin. Saat tetesan air hujan menghantam tanah, ia akan menjebak gelembung-gelembung udara kecil. Gelembung ini kemudian akan melesat ke atas dan meledak, menyebarkan partikel geosmin ke udara seperti parfum. Uniknya, hidung manusia sangat sensitif terhadap geosmin. Kita bahkan bisa mendeteksinya dalam konsentrasi yang sangat rendah sekalipun. Inilah yang memberikan aroma tanah (earthy) yang khas.
  3. Ozon dari Petir: Terkadang, sebelum hujan deras turun, kita bisa mencium aroma yang sedikit tajam dan bersih. Aroma ini adalah ozon. Sambaran petir di atmosfer dapat memecah molekul oksigen dan nitrogen, yang kemudian bisa bergabung kembali menjadi ozon. Arus udara kemudian membawa ozon dari ketinggian ke permukaan, memberikan “pengumuman” bahwa hujan akan segera tiba.
Baca juga :   ECHO CHAMBER KAMPANYE PILKADA 2024

Jadi, lain kali saat Anda menikmati aroma menenangkan dari hujan pertama, Anda tahu bahwa Anda sedang menghirup sebuah koktail kimia yang luar biasa dari alam. Sebuah pengingat sederhana betapa ajaibnya proses-proses yang terjadi di sekitar kita setiap hari.

Berita ini 47 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pojok Sains: Kenapa Lidah Gatal & Perih Saat Makan Nanas? (Ternyata Nanas Sedang 'Memakan' Lidahmu!)

Bilogi

Pojok Sains: Kenapa Lidah Gatal & Perih Saat Makan Nanas? (Ternyata Nanas Sedang ‘Memakan’ Lidahmu!)
Pojok Sains: Kenapa Jari Jadi Keriput Setelah Mandi Lama? Ternyata Bukan Karena 'Masuk Angin'!

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Jari Jadi Keriput Setelah Mandi Lama? Ternyata Bukan Karena ‘Masuk Angin’!
Pojok Sains: Benarkah Tidak Ada Dua Keping Salju yang Sama Persis? Ini Rahasia "Teori Chaos" di Balik Kristal Es

Fakta Unik

Pojok Sains: Benarkah Tidak Ada Dua Keping Salju yang Sama Persis? Ini Rahasia “Teori Chaos” di Balik Kristal Es

Artikel

PEMBANGUNAN BAITULLAH YANG VERSIAL
Pojok Sains: Membedah "Pembangkit Listrik" di Kepala Kita, Bagaimana Otak Menghasilkan Energi Setara Lampu LED?

Artikel

Pojok Sains: Membedah “Pembangkit Listrik” di Kepala Kita, Bagaimana Otak Menghasilkan Energi Setara Lampu LED?
Pojok Sains: Kenapa Tulisan "Diskon 70%" Bikin Otak Kita Gak Bisa Mikir Jernih? Hati-hati Jebakan "Anchoring Bias" di Akhir Tahun!

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Tulisan “Diskon 70%” Bikin Otak Kita Gak Bisa Mikir Jernih? Hati-hati Jebakan “Anchoring Bias” di Akhir Tahun!
Sahur Pertama Pas Libur Imlek? Cobain 3 Resep "Chinese Food" Halal & Praktis Ini. Cuma 10 Menit, Perut Nyaman & Gak Bikin Haus Seharian!

Artikel

Sahur Pertama Pas Libur Imlek? Cobain 3 Resep “Chinese Food” Halal & Praktis Ini. Cuma 10 Menit, Perut Nyaman & Gak Bikin Haus Seharian!

Artikel

Sahal Cuma Ingin Jadi Santri Malah Punya Pondok Pesantren