Home / Internasional / Konflik / Politik

Minggu, 21 September 2025 - 13:10 WIB

Pengakuan Negara Palestina Disambut Gembira, Namun Disertai Ketakutan Aneksasi Israel

koransakti - Penulis

Suasana pemakaman Islam Majarmeh (13) pada 9 September lalu. Kematian remaja ini menyoroti rapuhnya kehidupan warga Palestina di Tepi Barat. (Sumber Foto: Reuters)

Suasana pemakaman Islam Majarmeh (13) pada 9 September lalu. Kematian remaja ini menyoroti rapuhnya kehidupan warga Palestina di Tepi Barat. (Sumber Foto: Reuters)

koransakti.co.id – Rencana sejumlah negara Eropa, termasuk Inggris dan Prancis, untuk mengakui negara Palestina disambut dengan perasaan campur aduk oleh warga di Tepi Barat. Di satu sisi, ada rasa gembira dan validasi atas perjuangan mereka. Namun di sisi lain, muncul ketakutan bahwa langkah ini justru akan memicu Israel untuk mempercepat aneksasi wilayah.

Langkah diplomatik dari negara-negara Barat ini datang di saat kendali militer Israel di Tepi Barat semakin meluas dan perang di Gaza terus berlanjut tanpa akhir yang jelas.

 

Kisah Pilu di Tengah Pendudukan

Situasi di lapangan bagi warga Palestina semakin sulit. Abdel Aziz Majarmeh, seorang ayah di kamp pengungsi Jenin, menceritakan bagaimana putranya yang berusia 13 tahun, Islam, tewas ditembak oleh pasukan Israel bulan ini.

“Di benak saya, saya terus bertanya pada tentara itu: mengapa memilih anak laki-laki berusia 13 tahun? Saya berdiri tepat di sebelahnya. Tembak saya. Mengapa Anda menembak anak-anak?” kata Abdel Aziz dengan pilu.

Baca juga :   Ditahan 8 Bulan, Pasangan Lansia Inggris Dibebaskan Taliban dan Bertemu Kembali dengan Keluarga

Pihak militer Israel menyatakan bahwa mereka menembak untuk menetralisir ancaman, namun menolak menjelaskan ancaman seperti apa yang ditimbulkan oleh seorang remaja. Insiden seperti ini, menurut warga, menunjukkan betapa rentannya kehidupan mereka di bawah pendudukan.

 

Pentingnya Pengakuan Internasional

Meskipun situasi di lapangan tidak akan berubah dalam semalam, pengakuan dari negara-negara besar seperti Inggris dan Prancis dianggap sangat penting. Walikota Jenin, Mohammed Jarrar, mengatakan langkah ini akan membentuk masa depan rakyat Palestina.

“Ini menegaskan fakta bahwa rakyat Palestina memiliki sebuah negara, meskipun sedang di bawah pendudukan,” kata Jarrar. “Dan komunitas internasional akan terpanggil untuk membela hak-hak mereka,” tambahnya.

Baca juga :   Foto Editan Ahmadi Zubir dituding Nikah Siri Beredar

Namun, ia juga khawatir pengakuan ini akan direspons Israel dengan memperluas pendudukan di Tepi Barat.

 

Netanyahu: Tidak Akan Ada Negara Palestina

Sikap pemerintah Israel sendiri sangat jelas. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pekan lalu menegaskan kembali penolakannya terhadap solusi dua negara.

“Tidak akan ada negara Palestina,” kata Netanyahu kepada para pemukim di Tepi Barat. “Tempat ini adalah milik kita. Kami akan menjaga warisan kami, tanah kami, dan keamanan kami.”

Pemerintahannya yang berhaluan kanan jauh terus mendorong ekspansi pemukiman ilegal di Tepi Barat. Menteri Keuangan Bezalel Smotrich bahkan baru-baru ini menguraikan rencana untuk mencaplok 82% wilayah Tepi Barat.

Di tengah tarik-menarik politik ini, warga Palestina seperti Ayman Soufan, yang rumahnya terus-menerus diintimidasi oleh pemukim, hanya bisa pasrah. “Siapa yang seharusnya melindungi saya?” tanyanya.

Berita ini 37 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Hukum

Ukraina Resmi Gabung Mahkamah Pidana Internasional Sebagai Negara ke-125

Opini

Pengamat Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih Puji Komunikasi Politik Sufmi Dasco

Internasional

Sejarah Baru! Vietnam Tembus Piala Dunia U-17 2026, Netizen Indonesia Ikut Berpesta

Internasional

Pengakuan Jujur Josko Gvardiol: Buka Suara Soal Hengkangnya Pep Guardiola dan Sosok Enzo Maresca

Artikel

Daftar Lengkap Pemenang The Fact Music Awards (TMA) 2025: Stray Kids Borong 4 Piala Termasuk Daesang
Lawan Resistensi Nyamuk, WHO Rekomendasikan Kelas Alat Baru Pengendali Malaria

Internasional

Lawan Resistensi Nyamuk, WHO Rekomendasikan Kelas Alat Baru Pengendali Malaria

Bungo

Menyantap Gulai Talang di Mersam, Akhiri Safari Politik Romi di Bungo, Merangin, Sarolangun dan Batanghari..Tuka Gubernur Membahana Lagi.

Internasional

Ronaldo Jr Latihan di Akademi Real Madrid, Ikuti Jejak Sang Ayah