Home / Internasional / Kesehatan / Pendidikan

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 10:45 WIB

Kisah Epidemiolog Filipina dan Kursus Gratis WHO yang Mengubah Wajah Kesehatan Mental

koransakti - Penulis

Kisah Emmanuel Sevilleja, seorang epidemiolog dari Filipina, menjadi sorotan WHO dalam upaya global memerangi stigma kesehatan mental. (Sumber: WHO)

Kisah Emmanuel Sevilleja, seorang epidemiolog dari Filipina, menjadi sorotan WHO dalam upaya global memerangi stigma kesehatan mental. (Sumber: WHO)

koransakti.co.id – Bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia pada 10 Oktober, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengangkat kisah inspiratif dari seorang epidemiolog di Filipina, Jesus Emmanuel A. D. Sevilleja. Kisahnya menyoroti bagaimana sebuah kursus online gratis dari WHO mampu mengubah perspektif dan praktik dalam penanganan kesehatan mental.

Bagi Emmanuel, bekerja di sektor kesehatan mental bukan hanya tantangan ilmiah, tetapi juga sebuah “misi kemanusiaan” untuk memperjuangkan kesetaraan, pemberdayaan, dan hak asasi manusia.

Dari Riset ke Misi Kemanusiaan

Awalnya, Emmanuel terinspirasi untuk terjun ke dunia kesehatan mental setelah berinteraksi langsung dengan para penyandang disabilitas psikososial, intelektual, dan kognitif.

“Pertemuan ini memungkinkan saya untuk menghargai realitas hidup mereka, termasuk stigma, diskriminasi, dan pengucilan yang sering mereka hadapi,” ungkap Emmanuel. “Kisah mereka mengungkapkan kebutuhan mendesak untuk mengubah tidak hanya ilmu kesehatan mental, tetapi juga budaya perawatannya.”

Baca juga :   Demo Anti-Imigrasi di Belanda Berakhir Ricuh, Mobil Polisi Dibakar

Mengubah Perspektif Melalui Kursus ‘QualityRights’

Didorong oleh keinginan tersebut, Emmanuel mengikuti kursus online gratis dari WHO yang bernama ‘QualityRights in Mental Health’. Kursus ini dirancang untuk menantang stigma dan mempromosikan pendekatan yang berpusat pada pemulihan serta hak asasi manusia.

“Kursus ini membentuk kembali cara saya memandang kesehatan mental,” katanya. Ia kini berkomitmen untuk tidak lagi memandang pasien sebagai subjek penelitian pasif, melainkan sebagai “rekan-kreator aktif dalam menciptakan solusi”.

Dedikasinya yang luar biasa membuatnya berhasil menempati peringkat teratas dari total 141.000 peserta kursus di seluruh dunia.

Dampak Global: Terbukti Mengurangi Stigma

Kisah Emmanuel sejalan dengan hasil evaluasi global terhadap kursus ‘QualityRights’. Studi tersebut menunjukkan hasil yang luar biasa:

  • Sikap terhadap orang dengan kondisi kesehatan mental meningkat sebesar 22,78% secara keseluruhan setelah menyelesaikan kursus.
  • Tingkat penyelesaian kursus mencapai 54,17%, jauh di atas rata-rata kursus online pada umumnya (10-30%).
Baca juga :   Kisah Epidemiolog Filipina dan Kursus Gratis WHO yang Mengubah Wajah Kesehatan Mental

Emmanuel sangat merekomendasikan kursus ini karena sifatnya yang praktis dan inklusif, tidak hanya untuk tenaga kesehatan, tetapi juga untuk pasien, keluarga, dan masyarakat umum.

“Yang terpenting, kursus ini memberdayakan pesertanya untuk menjadi agen perubahan,” pungkasnya.

Anda dapat menemukan kursus ‘QualityRights in Mental Health’ dan berbagai kursus kesehatan gratis lainnya di platform whoacademy.org.

read on WHO News Learner spotlight: Emmanuel’s mental health mission in the Philippines

Berita ini 22 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Internasional

Ditahan 8 Bulan, Pasangan Lansia Inggris Dibebaskan Taliban dan Bertemu Kembali dengan Keluarga

Advetorial

Sekolah dengan Segudang Prestasi Ini kembali Meraih Juara 1

Internasional

Aktivis Konservatif AS Charlie Kirk Tewas Ditembak, Perburuan Pelaku Besar-besaran Digelar

Internasional

BMW Recall Ratusan Ribu Mobil Global, Dinamo Starter Bisa Picu Kebakaran

Internasional

Veda Ega Pratama Start dari Posisi Keempat di Moto3

Daerah

Dana MBG Belum Cair, Dua Dapur di Polewali Mandar Hentikan Operasional

Internasional

Geger di Ukraina: Politisi Senior Andriy Parubiy Tewas Ditembak di Lviv

Artikel

Daftar Lengkap Pemenang The Fact Music Awards (TMA) 2025: Stray Kids Borong 4 Piala Termasuk Daesang