koransakti.co.id – Besok malam (31 Desember) biasanya identik dengan minuman segar, mulai dari soda, sparkling water, hingga minuman berkarbonasi lainnya. Saat Anda menenggak minuman tersebut, ada sensasi “menggigit”, “desis”, atau “nyegrak” di lidah dan tenggorokan.
Banyak yang mengira itu adalah rasa asam atau tekstur gelembung yang pecah. Ternyata dalam dunia Biologi, sensasi itu disebut Chemosensation alias Rasa Sakit Ringan.
1. Lidah yang “Terbakar” Dingin
Sebuah penelitian dari University of Southern California menemukan bahwa Karbondioksida (CO2) dalam soda bereaksi dengan air liur membentuk zat asam lemah bernama Asam Karbonat. Zat ini mengaktifkan reseptor di lidah bernama TRPA1.
Uniknya, reseptor TRPA1 ini adalah reseptor yang SAMA yang bertugas mendeteksi rasa pedas Wasabi, Mustard, dan Kayu Manis. Jadi secara teknis, otak Anda merespons soda sama seperti merespons sambal: “Hei, ada yang menyerang lidah kita!” Tapi karena levelnya rendah, otak menerjemahkannya sebagai sensasi “segar yang menggigit”, bukan sakit yang menyiksa.
2. Kenapa Gelembung Bikin Cepat Mabuk/Kembung?
Buat yang besok malam minum Champagne atau minuman beralkohol yang ada sodanya, hati-hati. Ada hukum fisika di perut Anda. Gelembung gas (karbonasi) ternyata menekan katup di bawah lambung (Katup Pilorus) agar terbuka lebih cepat. Akibatnya? Cairan langsung meluncur ke usus halus, tempat penyerapan terjadi.
Efek pada Alkohol: Anda akan merasa pusing/mabuk jauh lebih cepat dibanding minum minuman yang tidak bersoda.
Efek pada Soda Biasa: Gula masuk ke darah lebih cepat (sugar rush), tapi perut terasa begah karena gas terperangkap.
3. Tips Sains Buat Besok Malam
Agar perut tidak “kaget” dan kembung saat pesta:
Jangan minum pakai sedotan: Ini membuat gas langsung menuju tenggorokan belakang dan memicu kembung lebih cepat.
Minum perlahan: Beri waktu gas CO2 lepas di mulut, bukan meledak di lambung.
Makan dulu: Adanya makanan di lambung memperlambat pembukaan Katup Pilorus, jadi penyerapan gula/alkohol lebih terkontrol.
Jadi, desis segar di gelas Anda itu bukan sekadar gelembung udara, tapi reaksi kimia yang sedang “memijat” reseptor nyeri di lidah Anda. Aneh kan selera manusia?















