Home / Fakta Unik

Minggu, 15 Februari 2026 - 04:19 WIB

Alasan Tersembunyi di Balik Absennya Guling di Kamar Hotel Berbintang

koransakti - Penulis

Interior kamar hotel yang tertata rapi tanpa kehadiran guling untuk menjaga estetika dan ruang gerak tamu

Interior kamar hotel yang tertata rapi tanpa kehadiran guling untuk menjaga estetika dan ruang gerak tamu

koransakti.co.id- Banyak masyarakat Indonesia yang merasa ada yang kurang saat menginap di hotel karena tidak menemukan guling di tempat tidur. Padahal, bagi sebagian besar warga lokal, guling atau dutch wife merupakan perlengkapan tidur wajib agar bisa tidur nyenyak.

Namun, pihak manajemen hotel berbintang ternyata memiliki alasan kuat mengapa mereka tidak menyediakan bantal panjang tersebut sebagai standar pelayanan.

Wakil Ketua Umum DPP REI, Bambang Ekajaya, menjelaskan bahwa ketiadaan guling berkaitan erat dengan standar internasional dan faktor kesehatan.

Meskipun budaya menggunakan guling sangat lekat sejak zaman penjajahan Belanda, industri perhotelan global tidak memasukkan guling sebagai syarat wajib klasifikasi hotel bintang. Pihak hotel lebih memilih menyediakan bantal dan selimut berkualitas tinggi sebagai fasilitas utama bagi para tamu.

Baca juga :   Kenapa Tape Rasanya Hangat & Adonan Roti Bisa "Bernapas"? Kenalan dengan Ragi, Koki Terkecil di Dunia!

Selain masalah standar, faktor kebersihan menjadi pertimbangan yang sangat krusial. Guling cenderung bersentuhan langsung dengan seluruh bagian tubuh tamu, sehingga risiko kontaminasi kotoran menjadi lebih tinggi.

Dari sisi desain interior, keberadaan guling juga di anggap merusak estetika kamar karena memberikan kesan sempit pada area tempat tidur yang seharusnya terlihat luas dan mewah.


Faktor Utama Ketiadaan Guling di Hotel

Berikut adalah alasan mengapa pihak hotel tidak menyediakan guling secara otomatis di dalam kamar:

  • Standar Internasional: Peraturan mengenai fasilitas hotel bintang tidak mewajibkan guling sebagai perlengkapan standar kamar.

  • Higienitas Tinggi: Guling sangat rentan terkena air liur hingga keringat dari seluruh tubuh, sehingga pihak hotel sulit menjamin kebersihannya secara maksimal.

  • Estetika Ruangan: Desain ranjang hotel mengutamakan tampilan yang bersih dan minimalis; guling di tempat tersebut justru mempersempit ruang gerak dan pandangan.

  • Budaya Spesifik: Kebiasaan memakai guling mayoritas hanya di temukan di Indonesia dan bekas jajahan Belanda, sehingga tidak berlaku bagi tamu mancanegara secara umum.


Cara Mendapatkan Guling Saat Menginap

Walaupun tidak tersedia di atas kasur saat kamu pertama kali masuk, bukan berarti kamu tidak bisa mendapatkannya. Beberapa hotel tetap menyediakan guling sebagai optional (pilihan) sesuai permintaan tamu.

Baca juga :   Pesona Bunga Lavender: Makna Simbolis, Manfaat Kesehatan, dan Panduan Budidaya

Kamu bisa menghubungi bagian Housekeeping melalui telepon di dalam kamar untuk menanyakan ketersediaan guling tambahan jika kamu memang sangat membutuhkannya agar bisa tidur lebih nyaman.

Berita ini 35 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Tinggal 4 Hari Lagi! Kenapa Sih Valentine Harus Kasih "Coklat"? Ternyata Ini Bukan Tradisi Romantis Kuno, Tapi Ulah Pedagang Pintar!

Artikel

Tinggal 4 Hari Lagi! Kenapa Sih Valentine Harus Kasih “Coklat”? Ternyata Ini Bukan Tradisi Romantis Kuno, Tapi Ulah Pedagang Pintar!
Pojok Sains: Resolusi Tahun Baru Sering Gagal? Ternyata Otak Butuh 66 Hari Buat Ganti Kebiasaan, Bukan 21 Hari!

Fakta Unik

Pojok Sains: Resolusi Tahun Baru Sering Gagal? Ternyata Otak Butuh 66 Hari Buat Ganti Kebiasaan, Bukan 21 Hari!
Kenapa Digigit Semut Rasanya Panas & Gatal? Kenalan dengan Asam Formiat (CH2O2), Senjata Kimia si Kecil!

Artikel

Kenapa Digigit Semut Rasanya Panas & Gatal? Kenalan dengan Asam Formiat (CH2O2), Senjata Kimia si Kecil!
Pojok Sains: Merasa Tahun 2025 Isinya Cuma Masalah? Otakmu Sedang Terjebak "Negativity Bias"! Ini Cara Meretasnya

Fakta Unik

Pojok Sains: Merasa Tahun 2025 Isinya Cuma Masalah? Otakmu Sedang Terjebak “Negativity Bias”! Ini Cara Meretasnya
Pojok Sains: Kenapa Kita Mengalami Déjà Vu? Benarkah Kita Bisa Meramal Masa Depan?

Artikel

Pojok Sains: Kenapa Kita Mengalami Déjà Vu? Benarkah Kita Bisa Meramal Masa Depan?
Pojok Sains: Suka Minum Soda Pas Pesta? Ternyata Sensasi "Nyegrak" Itu Bukan Rasa, Tapi Reseptor Rasa Sakit! Ini Fakta Ilmiahnya

Fakta Unik

Pojok Sains: Suka Minum Soda Pas Pesta? Ternyata Sensasi “Nyegrak” Itu Bukan Rasa, Tapi Reseptor Rasa Sakit! Ini Fakta Ilmiahnya
Benarkah Madu Tidak Bisa Basi? Makanan Firaun yang Masih Bisa Dimakan Setelah 3.000 Tahun

Fakta Unik

Pojok Sains: Benarkah Madu Tidak Bisa Basi? Makanan Firaun yang Masih Bisa Dimakan Setelah 3.000 Tahun
Pojok Sains: Kenapa Waktu Terasa Berjalan Lebih Cepat Saat Kita Dewasa? Tahun 2025 Terasa Singkat, Ini Alasannya!

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Waktu Terasa Berjalan Lebih Cepat Saat Kita Dewasa? Tahun 2025 Terasa Singkat, Ini Alasannya!