koransakti.co.id – Jumat, 20 Februari 2026 – Assalamu’alaikum, pejuang puasa! Pernahkah Anda merasa sangat haus padahal baru jam 10 pagi? Atau perut tiba-tiba berbunyi keroncongan parah di jam 12 siang, padahal pas sahur tadi Anda sudah makan sepiring munjung?
Kalau jawabannya IYA, masalahnya bukan pada niat Anda, tapi pada Menu Sahur yang Anda konsumsi.
Sahur adalah “bahan bakar” utama tubuh kita untuk bertahan selama kurang lebih 13 jam tanpa makan dan minum. Memasukkan bahan bakar yang salah justru akan membuat mesin tubuh cepat rusak alias lemas.
Agar puasa Anda besok dan sebulan ke depan lancar jaya, pastikan Anda mencoret 5 daftar makanan dan minuman ini dari meja sahur Anda:
1. Mie Instan & Makanan Asin (Garam Tinggi)
Ini adalah “menu darurat” favorit anak kos kalau bangun kesiangan. Padahal, ini adalah kesalahan fatal!
Alasannya: Makanan tinggi sodium (garam) seperti mie instan, telur asin, atau ikan asin akan menarik cairan dari dalam sel tubuh. Akibatnya? Tubuh Anda akan mengirimkan sinyal “haus ekstrem” ke otak hanya beberapa jam setelah imsak.
2. Kopi & Teh Manis
Banyak yang minum kopi pas sahur biar nggak ngantuk di kantor, atau ngeteh manis biar segar.
Alasannya: Kopi dan teh mengandung kafein yang bersifat diuretik (memicu tubuh untuk terus-terusan buang air kecil). Semakin sering Anda buang air kecil di pagi hari, semakin cepat tubuh mengalami dehidrasi (kekurangan cairan). Gantilah dengan susu kurma atau air putih hangat.
3. Nasi Putih Porsi Kuli + Lauk Manis (Karbohidrat Sederhana)
Makan nasi putih banyak-banyak dengan lauk serba manis (seperti ayam kecap atau semur) tidak menjamin Anda kenyang lebih lama.
Alasannya: Karbohidrat sederhana dan gula akan membuat lonjakan gula darah yang sangat cepat. Tubuh memprosesnya dengan kilat, menghasilkan energi instan, lalu drop seketika. Efek sugar crash inilah yang membuat Anda gemetar dan lapar lagi di jam 11 siang. Beralihlah ke karbohidrat kompleks seperti oatmeal, nasi merah, atau ubi.
4. Gorengan Berlebih (Lemak Jahat)
Makan sahur pakai bakwan, tempe goreng, dan ayam goreng crispy memang nikmat.
Alasannya: Makanan yang digoreng (apalagi pakai minyak bekas) sangat sulit dan lama dicerna oleh lambung. Ini akan membuat Anda merasa begah, mengantuk parah di pagi hari, dan memicu naiknya asam lambung (GERD) saat Anda kembali tidur setelah sholat Subuh.
5. Makanan Super Pedas
Bagi orang Indonesia, makan tanpa sambal ibarat sayur tanpa garam. Tapi tolong, rem sedikiti saat sahur!
Alasannya: Makanan pedas dapat mengiritasi dinding lambung. Saat perut dalam keadaan kosong selama belasan jam ke depan, sisa rasa pedas ini bisa memicu sakit perut, mulas, hingga diare yang memaksa Anda membatalkan puasa di siang hari.
Lalu, Sebaiknya Makan Apa Saat Sahur?
Kuncinya ada pada Serat, Protein, dan Cairan. Perbanyak sayuran berkuah (seperti sup bening atau sayur bayam), makan buah yang tinggi air (semangka/melon), konsumsi telur rebus atau dada ayam untuk protein, dan pastikan Anda makan minimal 3 butir kurma sesuai sunnah Nabi, karena kurma adalah karbohidrat kompleks terbaik.
Kesimpulan
Perut yang kenyang saat azan Subuh bukan jaminan Anda kuat sampai Maghrib. Mulai besok pagi, yuk perbaiki menu sahur kita. Hindari yang asin, pedas, dan berkafein agar aktivitas harian tetap produktif meski sedang berpuasa!














