Home / Opini

Jumat, 17 April 2026 - 13:48 WIB

Upaya Mengatasi Mahalnya Plastik

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id- Harga kantong plastik sebelumnya hanya Rp500, kini melonjak menjadi Rp2.000. Harga bahan baku plastik naik sekitar 45–60%.

Lonjakan harga ini di sebabkan oleh kelangkaan bahan baku plastik: naphtha dan biji plastik yang selama ini di impor dari Timur Tengah.

Pada tahun 2025, Indonesia mengimpor bahan baku plastik sekitar Rp46,32 triliun.

Plastik di gunakan secara masif karena mampu melindungi produk, memudahkan penyimpanan, dan distribusi. Plastik digunakan untuk kemasan makanan/minuman, barang konsumer, otomotif, elektronik, dan konstruksi.

Baca juga :   Membangun Rel Kereta Api Luar Jawa Penting: Tapi 142 Ribu Km Jalan Rakyat di Daerah Rusak Parah Jauh Lebih Penting

Daun hanya bisa menjadi opsi pembungkus bahan makanan tradisional seperti lemper, nasi liwet, bacang, tempe, ketupat, dan buntil.

Air kemasan, mi instan, serta pipa paralon untuk konstruksi tidak mungkin di ganti dengan menggunakan daun.

Yang harus segera di lakukan adalah mencari sumber bahan baku dari negara yang tidak terkena konflik: India, Asia Tengah, dan Afrika.

Baca juga :   Bahaya Mikroplastik: Tak Terlihat, Ini Dampaknya (Kanker) & Cara Mengurangi Paparannya

Meningkatkan penggunaan plastik daur ulang sebagai pengganti bahan baku biji plastik primer.

Penggunaan bahan pengisi oleh industri seperti kalsium karbonat, talek, silika, atau kapur untuk mengurangi penggunaan biji plastik murni.

Semoga krisis plastik cepat berlalu. InsyaAllah.

Penulis : Prof. Dr. RIZAL DJALIL MAKMUR

(Prof RDM), Politisi Senior, Eks Ketua BPK RI & Analis Politik Anggaran, Pangan dan Health Economic

 

 

 

 

Berita ini 32 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Daerah

Pernahkah Anda Bayangkan Apa Yang Terjadi Jika Isis & Anteknya Berkuasa Di Indonesia

Jakarta

Sengketa Tanah Desa Wadas dan Negara (Pemerintah) Dari Sudut Pandang Demokrasi Ekonomi Implementasi Demokrasi Pancasila

Jambi

Insiden Doorstop Jambi: Humas Seharusnya Jadi Mitra, Bukan Penghalang

Opini

*Pemred “Bau Kencur”, Ancaman terhadap Kredibilitas Media*

Opini

Satu Juta Sarjana Menganggur : Solusinya Apa?
Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Tinggi : Tidak Berkorelasi dengan Indeks Pembangunan Manusia

Opini

Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Tinggi : Tidak Berkorelasi dengan Indeks Pembangunan Manusia

Opini

Kearifan Sang Mantan Kanselir

Opini

Berhemat Lewat WFH