Home / Opini

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:56 WIB

Sejak Reformasi: Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang Berani “Merombak dan Menata Ulang” BUMN

koransakti - Penulis

Sejak Reformasi: Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang Berani “Merombak dan Menata Ulang” BUMN

Koransakti.co.id- BUMN ada supaya memberikan manfaat untuk Negara dan Rakyat Indonesia. Di Indonesia jumlah BUMN luar biasa: 1000 lebih. Tapi 52% rugi: Rp 20 triliun rugi langsung dan 30 triliun rugi tidak langsung.

Bagaimana pengalaman negara lain sebagai komparasi?

Di Singapura ada 81 State Enterprise (SoP) atau BUMN yang terkonsolidasi dalam Superholding Tamasek: memberi kontribusi 15% PDB. Di Thailand ada 51 BUMN dengan kontribusi 10% PDB, dan di Swiss hanya ada 6 BUMN tapi memberikan kontribusi sangat besar terhadap PDB.

Di Indonesia BUMN hanya menyumbang sekitar 6-8% terhadap PDB.

BUMN di Indonesia sebagian besar tidak berkontribusi terhadap PDB karena salah urus dan inefisiensi.

Baca juga :   Prabowo di Munas PKS: Saya Tidak Dendam Sama Anies, Nilai 11 Justru Bantu Saya Menang

Sejak zaman reformasi BUMN tidak di urus sebagaimana mestinya supaya memberikan benefit besar ke negara, dan menjadi Agent of Development. Bermacam-macam penyebabnya: pengambil kebijakan yang tidak visioner ke depan, inefisiensi, dan intervensi politik.

Baru pada Era Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di lakukan perbaikan total: perombakan dan penataan ulang.

Dari 1000 BUMN di konsolidasikan dan di restrukturisasi menjadi 200 hingga 300 BUMN. Seperti di nyatakan Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 23 Juni 2026 di Bangkalan, “Sekarang kita sudah tutup kurang lebih 240 (BUMN) tidak produktif dan rugi terus.”

Baca juga :   Reshuffle Kabinet Kembali Dilakukan, Prabowo Subianto Lantik 6 Pejabat Baru di Istana

Kita berharap konsolidasi dan restrukturisasi BUMN tetap mengacu kepada UU No. 1 Tahun 2025 tentang BUMN dan PP No. 19 Tahun 2026 tentang Organisasi dan Tata Kelola Danantara.

Semoga proses konsolidasi yang di pimpin Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani dan Chief Operating Officer Dony Oskaria akan berhasil dengan baik. InsyaAllah.

Penulis:

Baca juga: Mencegah Manipulasi Data Ekspor Sumber Daya Alam: Melalui Pembentukan BUMN DSI atau Perusahaan Swasta?

Berita ini 9 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Daerah

Renungan di Awal tahun 2022

Keuangan

“Lapangan Banteng” Top Ekonomi Tumbuh 5,61% : Gubernur BI Keteteran Rupiah Nyungsep Rp 17.400.

Opini

Mata Uang Rupiah Sakit: Siapa yang Paling Bertanggung Jawab?

Opini

11 Tahun KerinciTime Berita Tak Akan Berakhir

Opini

Saham terkonsentrasi pada segelintir orang : Dana Asing Kabur
Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Tinggi : Tidak Berkorelasi dengan Indeks Pembangunan Manusia

Opini

Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Tinggi : Tidak Berkorelasi dengan Indeks Pembangunan Manusia

Opini

Kearifan Sang Mantan Kanselir

Opini

Kapal Tanker Negara Lain berhasil Lewat Selat Hormuz, Dua Tanker Kita Belum : Diplomasi Kemenlu Gagal?