Home / Opini

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Mega Bintang Ronaldo Pergi karena Tidak Ada Respek: Federasi Rugi Besar

koransakti - Penulis

Mega Bintang Ronaldo Pergi karena Tidak Ada Respek: Federasi Rugi Besar

Koransakti.co.id- Salah mengelola perbedaan antara pelatih Timnas Portugal Jorge Jesus dan Cristiano Ronaldo berpotensi merugikan FPF hingga Rp 2,7 triliun atau 35% dari total pendapatan tahunan. Pengikut akun media sosial Timnas Portugal di sebut anjlok 2 juta setelah kepergian Ronaldo. Puma sebagai sponsor utama juga berpotensi kehilangan daya tarik pemasaran global tanpa sang megabintang.

Ronaldo adalah legenda Portugal dengan 146 gol untuk Timnas dan tiga trofi: Piala Eropa 2016 serta UEFA Nations League 2019 dan 2025. Ia juga di sebut hanya membutuhkan 21 gol lagi untuk mencapai 1.000 gol sepanjang kariernya.

Dari penjelasan Ronaldo dan informasi lainnya yang terverifikasi, masalah sangat sederhana: tidak ada respek sama sekali dari pelatih Timnas Portugal Jorge Jesus terhadap pahlawan sepak bola Portugal yang mempunyai 1 miliar pengikut dari semua platform di seluruh dunia.

Baca juga :   Sejak Tahun 1500 an, Warga India Hadir di tengah Kota Pariaman

Persoalan bermula dari janji bermain yang tidak di tepati saat melawan Norwegia pada 27 September 2026, meski Ronaldo telah melakukan pemanasan selama 30 menit. Kesepakatan agar pelatih meminta maaf dalam konferensi pers juga tidak terlaksana. Ketegangan memuncak ketika Ronaldo mengetahui namanya di coret untuk pertandingan di Kopenhagen melawan Denmark. Pada 1 Oktober 2026, ia meninggalkan pemusatan latihan Timnas Portugal.

Di usia 41 tahun, Ronaldo telah meraih kekayaan, popularitas, dan prestasi luar biasa. Namanya bahkan di abadikan sebagai nama bandara di Madeira, Portugal: Aeroporto Internacional da Madeira Cristiano Ronaldo.

Bagi Ronaldo, Timnas bukan segalanya pada saat usia sudah 41 tahun. Seusai Piala Dunia 2026, Ronaldo berkata, “Ketika saya merasa tidak lagi memberikan sesuatu untuk Timnas, saya akan pergi.” Sebuah sikap terpuji dari lelaki sejati.

Pelajaran yang bisa kita petik adalah pentingnya memperlakukan orang dengan baik dan penuh respek, apalagi orang tersebut berjasa. Membawa Portugal ke panggung dunia. Dulu, sebelum Ronaldo ada, Portugal hanya di kenal sebagai negara kecil di Eropa pengekspor gabus.

Baca juga :   ACEH MENGGELIAT, REINKARNASI GAM ?

Semoga kita selalu mengingat dan menghargai sekecil apa pun kebaikan orang. InsyaAllah.

Penulis:

 

Berita ini 7 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

Telkom di Investigasi Badan Federal Amerika Serikat: Hadapi Saja

Opini

BECIK KETITIK OLO KETORO 

Opini

Duka dan Prihatin Kita Terhadap Korban Gempa di NTT dan Simalungun

Opini

Tanjung Verde: Fenomenal Mengguncang Piala Dunia

Opini

Pasien BPJS Bukan Gratisan : Setiap Bulan Klaim yang dibayar ke RS Rp 16,5 Triliun

Opini

Dua Perusahaan Otomotif Hijrah ke Vietnam: Saatnya untuk Introspeksi, Bukan Salahkan Investasi

Opini

Pengamat Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih Puji Komunikasi Politik Sufmi Dasco

Jakarta

Partai UKM Indonesia, Rumah Kaum Nasionalis Inklusif