Home / Pemerintahan

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:13 WIB

Benarkah Status PPPK Paruh Waktu Akan Dihapus pada 2026?

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id- Belakangan ini, isu tentang penghapusan status PPPK paruh waktu banyak di perbincangkan di media sosial dan forum pekerja non-ASN.

Banyak pihak merasa khawatir bahwa kebijakan ini berarti kontrak mereka akan di hentikan sepenuhnya pada 2026. Padahal, menurut penjelasan resmi pemerintah, fokusnya bukan menghapus pekerjaan, tetapi merapikan status kepegawaian agar lebih jelas dan resmi.

šŸ“ Apa Itu PPPK Paruh Waktu?

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu merupakan status kerja bagi tenaga non-ASN yang di angkat berdasarkan kontrak pemerintah dengan jam kerja lebih singkat di bandingkan PPPK penuh waktu.

Mereka tetap memiliki Nomor Induk Pegawai (NIP) yang di catat di Badan Kepegawaian Negara, namun jam kerjanya lebih fleksibel.

Skema ini di buat sebagai jembatan transisi, terutama bagi tenaga honorer yang belum memenuhi syarat PPPK penuh waktu.

Baca juga :   Kota Sungai Penuh Dibidik Jadi Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator BPSDM Provinsi Jambi

🧠 Kenapa Isu Ini Jadi Sensitif?

Banyak tenaga non-ASN merasa resah karena:

Kekhawatiran tentang nasib kontrak kerja dan mata pencaharian mereka.

Ketidakpastian tentang hak pensiun dan tunjangan di bandingkan dengan PPPK penuh waktu atau PNS.

Beredar informasi simpang siur bahwa status ini akan langsung ā€œdi hapusā€ pada 2026, yang di pahami sebagai pemberhentian.

šŸ“¢ Klarifikasi Pemerintah

Pemerintah secara resmi menegaskan bahwa skema PPPK paruh waktu tidak akan di hapus begitu saja, melainkan di tata kembali dalam rangka menyatukan seluruh pegawai pemerintah di bawah dua kategori saja: PNS dan PPPK.

Jadi langkah ini bukan berarti memutus hubungan kerja secara sepihak, tetapi lebih kepada proses transisi dan penyederhanaan sistem kepegawaian yang lebih adil, legal, dan terstruktur.

Baca juga :   Walikota Alfin Serahkan BantuanĀ Pembangunan Masjid Madiatul Islamiah di Sumur Anyir

šŸ“ˆ Arah Kebijakan 2026 dan Seterusnya

Rencana pemerintah ke depan mencakup:

Fokus pada penataan status pegawai sehingga hanya ada dua payung hukum (PNS dan PPPK).

Memberi peluang bagi PPPK paruh waktu untuk naik ke status penuh waktu berdasarkan evaluasi kinerja, bukan penghapusan otomatis.

Menyempurnakan aturan agar hak, tunjangan, dan jaminan kerja lebih kuat dari skema sebelumnya.

šŸ“Œ Kesimpulan

🚫 Status PPPK paruh waktu tidak akan ā€œdi hapusā€ secara sepihak pada 2026.

āœ… Pemerintah menegaskan bahwa ini merupakan bagian dari proses reformasi ASN supaya sekitar pegawai kontrak terdata dan memiliki kepastian hukum yang lebih kuat.***

Berita ini 26 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Advetorial

Sambangi Kementrian ATR/BPN, Walikota Usulkan Sungai Penuh Jadi PKW

Advetorial

Kadis Sosial, Juanda Sasmita Buka BimtekĀ PSM Fokus Pada Pelayanan Sosial Berkualitas

Advetorial

Berkat Pembinaan Bupati Kerinci Adirozal, Perumda Tirta Sakti Mampu Menyumbang PAD dan Mewakili Provinsi Jambi ke Tingkat Nasional

Advetorial

Pemkab Kerinci Serahkan Aset Pinjam Pakai Ke Pemkot

Advetorial

Wako Alfin Serahkan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024 Kepada 188 Orang

Daerah

TP-PKK Kelurahan Olo Raih Juara I Lomba Gerakan PKK Berprestasi Kota Padang 2025

Breaking news

Prabowo Rombak Kabinet: Sri Mulyani Diganti, Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Menkeu Baru

Advetorial

Tingkatkan PAD,Disparbud Kerinci Gelar Focus Group Discussion (FGD).