Home / Bisnis / Ekonomi / Nasional

Rabu, 1 Oktober 2025 - 13:52 WIB

Dikritik Menkeu ‘Malas’, Pertamina: Proyek Kilang Balikpapan Sudah 96,5 Persen

koransakti - Penulis

PT Kilang Pertamina Internasional memberikan perkembangan terbaru mengenai proyek strategis RDMP Balikpapan. (Sumber: DOK. Humas Pertamina)

PT Kilang Pertamina Internasional memberikan perkembangan terbaru mengenai proyek strategis RDMP Balikpapan. (Sumber: DOK. Humas Pertamina)

koransakti.co.id – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) memberikan tanggapan atas kritik yang dilontarkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, yang menilai Pertamina “malas-malasan” dalam membangun kilang baru. KPI menegaskan bahwa salah satu proyek strategis nasional, Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, terus berjalan dan progresnya kini telah mencapai 96,5 persen.

Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman, menyatakan bahwa proyek RDMP Balikpapan kini bahkan telah memasuki fase krusial, yaitu tahap uji coba peralatan (commissioning) dan awal pengoperasian (start-up).

Kritik Menkeu Purbaya

Sebelumnya, dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI pada Selasa (30/9), Menkeu Purbaya mengkritik Pertamina karena tidak pernah membangun kilang baru selama puluhan tahun. Menurutnya, hal ini menyebabkan Indonesia terus bergantung pada impor BBM yang membebani kas negara.

Baca juga :   Update Harga BBM 16 April 2026: Pemerintah Pastikan Harga Tetap Stabil di Seluruh SPBU

“Sudah puluhan tahun kan? Kita pernah bangun kilang baru enggak? Enggak pernah. Sejak kecil sampai sekarang enggak pernah bangun kilang baru. Jadi kilang itu bukan kita enggak bisa bikin, cuma Pertamina malas-malasan aja,” ujar Purbaya.

Jawaban dan Progres dari Pertamina

Menjawab kritik tersebut, Taufik Aditiyawarman memaparkan progres signifikan dari proyek RDMP Balikpapan. Ia menjelaskan bahwa sejumlah fasilitas utama dan unit pendukung telah mulai beroperasi (start-up), seperti:

  • Unit revamping pengolahan minyak mentah.
  • Fasilitas gas Senipah dan tangki penyimpanan crude.
  • Berbagai utilitas utama seperti pembangkit listrik (GTG) dan sistem pendingin.
  • Unit baru Saturated LPG Treater untuk membersihkan LPG dari zat pengotor.

“Kehadiran fasilitas-fasilitas ini telah meningkatkan efisiensi operasional kilang serta memperkuat infrastruktur energi nasional,” jelas Taufik, Rabu (1/10/2025).

Tingkatkan Kapasitas dan Kurangi Impor LPG

Proyek RDMP Balikpapan memiliki tiga tujuan utama. Pertama, meningkatkan kapasitas pengolahan kilang dari 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari. Kedua, meningkatkan kualitas produk BBM dari standar Euro 2 menjadi setara Euro 5 yang lebih ramah lingkungan.

Baca juga :   Mengapa Etanol dalam BBM Bisa Berdampak Buruk pada Mesin Kendaraan?

Selain itu, proyek ini ditargetkan mampu meningkatkan produksi LPG dari 48.000 ton per tahun menjadi 384.000 ton per tahun. Kenaikan ini berpotensi menurunkan angka impor LPG nasional sekitar 4,9 persen.

Taufik juga menambahkan bahwa unit utama lainnya, yaitu Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC) yang akan mengolah residu menjadi produk bernilai tinggi, direncanakan beroperasi pada kuartal IV tahun ini. Proyek ini juga terbukti memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar dengan menyerap hingga 24.000 tenaga kerja pada puncak konstruksinya.

Berita ini 56 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Advetorial

PUPR Sungai Penuh Tetapkan SOP Peminjaman Alat dan Layanan IMB
Mau Komisi Jutaan? Cara Daftar Shopee Affiliate 2025 Tanpa Minimal Followers

Artikel

Cuma Modal “Share Link” Bisa Dapat Gaji Jutaan? Ini Cara Daftar Shopee Affiliate Program 2026. Cocok Buat Pelajar & Ibu Rumah Tangga!

Kesehatan

BGN Minta Maaf, Akui Ada 70 Kasus Keracunan MBG Sepanjang 2025

Bisnis

Harga Emas Dunia Meroket, Saham Entitas MDKA Menguat

Jakarta

Endang Hadrian Kuasa Hukum H Idris Ungkap Kronologis Lahan Senilai Rp3,3 Miliar Yang Digugat Mat Solar

Jakarta

Sebuah Opini ‘The Art of Dreaming’

Advetorial

Promosi dan KIE Program Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Khusus

Jakarta

Kementan Bersama DMFI Perkuat Pengendalian Rabies Secara Humanis