Home / Hukum

Minggu, 14 Januari 2024 - 07:16 WIB

Disinyalir Kepsek SDN 110/111 Sungai Medang  Selewengkan Dana Bos

koransakti - Penulis

Koran Sakti.co.id, Kerinci- BOS Kinerja adalah program pemerintah pusat yang di alokasikan bagi satuan pendidikan dasar dan menengah yang di nilai berkinerja baik dalam menyelenggarakan layanan pendidikan yang di tetapkan oleh kementerian.

Dana yang di berikan kepada sekolah-sekolah berprestasi di anggap sebagai bentuk dukungan dan penghargaan atas prestasi yang telah di raih. Selain itu, program ini juga berfungsi sebagai pemicu atau inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi peserta didik mereka.

Petunjuk teknis (Juknis) BOS Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2023 merupakan panduan dalam mengelola dana BOS baik Reguler maupun BOS Kinerja

Di lansir dari Siasatinfo.co.id, Salah satu sekolah yang mendapat dana BOS Kinerja bulan Agustus 2023 yaitu SD Negeri 110/III Sungai Medang, dengan jumlah murid 167 orang dan tenaga honorer 5 orang. Dari informasi beberapa orang narasumber yang minta nama di rahasiakan. Dana Bos baik realisasi dana BOS reguler dan BOS Kinerja tidak jelas, selama Kepala sekolah “K” di sinyalir ada penyelewengan dan korupsi karena hanya terlihat membuat tempat parkir kecil yang di perkirakan pengeluaran sekitar 2 juta rupiah dan untuk yang membuat laporan Arkas adalah anak kandung Kepsek sendiri.

“K” di ketahui di lantik jadi Kepsek SD Negeri 110/III Sungai Medang pada bulan Agustus 2023, pencairan tahap 2 BOS reguler dan BOS Kinerja di lakukan oleh “K”. Saat di konfirmasi awak media di ruang kerjanya “K” mengatakan bahwa realisasi Dana BOS tidak bisa di sampaikan kepada awak media karena sudah ada yang memeriksa Inspektorat dan BPK. Dana BOS di gunakan untuk kegiatan lomba Hari Kemerdekaan pada bulan Agustus lalu dan sekolah berhasil menjadi juara 1.

Baca juga :   Aparat Bergerak Cepat, Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus Berhasil Diungkap

Terkait dana BOS kinerja di jelaskan “K”, sudah di belikan Laptop merk HP dengan harga 15 juta rupiah dan juga di belikan buku-buku. Namun saat di tanya mana fisik barangnya, “K” menjawab untuk Laptop ada dengan guru yang membuat Arkas Sekolah tetapi bukan berasal dari guru di sini karena guru SD Negeri 110/III tidak ada yang bisa membuat Arkas. Sehingga Laptop setelah serah terima dengan bendahara BOS langsung di ambil lagi untuk di serahkan ke orang pembuat Arkas.

Baca juga :   MACAN ITU JANGAN CUMA MENGAUM TAPI HARUS MENERKAM, BARU BOLEH NGAKU RAJA HUTAN.

Sedangkan untuk buku belum ada karena dalam pemesanan.

Dari keterangan “K”tersebut dalam penggunaan realisasi dana BOS reguler dan BOS kinerja ada dugaan tumpang tindih anggaran dan ada penyimpangan tindakan korupsi penggunaan aset sekolah yang di manfaatkan untuk kepentingan keluarga/pembuat Arkas. (red)

Berita ini 125 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Bandung

Pemkot Bandung Tertibkan Plang Liar di Lahan GBLA, Amankan Aset dari Klaim Sepihak

Hukum

KPK Tetapkan Menas Erwin Tersangka Kasus Suap Pengurusan Perkara di MA

Daerah

KAMPUD Apresiasi Kejati Lampung Tetapkan Tersangka Tipikor Dana PI 10%

Hukum

Kasus Dugaan Perzinaan Memasuki Babak Baru: Inara Rusli Jalani Pemeriksaan Lanjutan di Polda Metro Jaya

Daerah

BPKAD Tulang Bawang di Bawah Komando Dr. Rustam Effendi Disorot DPP KAMPUD Terkait Dugaan Korupsi

Hukum

Warga Sipil Gugat Wapres Gibran ke PN Jakpus, Persoalkan Syarat Pendaftaran Cawapres

Daerah

Cetak Advokat Profesional, BPW PERADIN Jateng Sukses Gelar PKPA dan UPA Angkatan Pertama Tahun 2026

Daerah

Polisi Bongkar Sindikat Curanmor Lintas Jakarta-Jambi, 43 Motor Dijual ke Bungo