koransakti.co.id- Sejumlah penyedia bahan bakar minyak (BBM) swasta dan BUMN kompak menyesuaikan tarif produk BBM nonsubsidi mereka per awal September 2026. Pertamina, Shell, hingga BP menaikkan harga varian bensin berspesifikasi tinggi dan diesel secara mendadak dibanding bulan sebelumnya.
Meskipun begitu, pemerintah dan Pertamina masih mempertahankan tarif BBM bersubsidi serta varian reguler agar daya beli masyarakat tidak langsung tertekan.
Pertamina Pertahankan Pertamax, Naikkan Varian Premium
Pertamina memilih untuk tidak mengubah harga BBM bersubsidi dan Pertamax reguler. Namun, mereka menaikkan tarif untuk varian bensin premium serta jajaran produk diesel.
Berikut daftar tarif BBM Pertamina terbaru:
Pertalite: Rp10.000 per liter (tetap)
Solar Subsidi: Rp6.800 per liter (tetap)
Pertamax: Rp15.950 per liter (tetap)
Pertamax Turbo: Rp19.600 per liter (naik dari Rp18.300)
Pertamax Green: Rp19.150 per liter (naik dari Rp16.600)
Dexlite: Rp23.700 per liter (naik dari Rp19.700)
Pertamina Dex: Rp25.200 per liter (naik dari Rp21.150)
SPBU Swasta Shell dan BP Ikut Sesuaikan Harga
Selain Pertamina, jaringan SPBU swasta juga menyesuaikan harga jual mereka sejak 1 September 2026. Shell mengoreksi harga varian diesel unggulannya, sementara BP menaikkan tarif bensin berspesifikasi tinggi.
Berikut rincian harga BBM di SPBU swasta:
Shell V-Power Diesel: Rp25.420 per liter
BP Ultimate: Rp19.330 per liter (naik dari Rp16.760)
BP 92: Rp16.130 per liter (tetap)
Kenaikan harga ini berpotensi meningkatkan biaya operasional kendaraan pribadi maupun armada niaga yang mengandalkan BBM nonsubsidi berkinerja tinggi. (Adam)















